Buka 50 Cabang di Palu, Solihin: Ekspansi Alfamidi Tergantung Konsumen

oleh -

PALU, Kabar Selebes – Retail nasional Alfamidi tak hentinya melakukan ekspansi di Kota Palu. Saat ini pihak Alfamidi lagi melirik beberapa tempat sudah dikomunikasikan. Ekspansi didasari tingkat kebutuhan optimal. Hingga hari ini, Alfamidi sudah membuka lebih dari 50 cabang toko di Kota Palu.

“Kita akan melihat kebutuhan optimalisasinya karena kalau kebanyakan juga percuma. Kalau nggak laku, nggak ada yang beli. Kita melihat kebutuhan,” kata Corporate Affairs Director Alfamidi Solihin, di sela-sela pembukaan cabang Jalan Puebongo, Kota Palu, 30 Agustus 2019.

Menurut Solihin, ekspansi itu bisa saja dilakukan tetapi harus melihat potensi konsumen atau tingkat kebutuhan konsumen sekitarnya. “Percuma buka cabang banyak-banyak kalau tidak ada yang beli,” kata Solihin.

Alfamidi juga tidak akan bersaing secara harga dengan kios kelontongan karena harga barang di Alfamidi lebih tinggi
dibandingkan kios kelontongan. “Saya kira kita tidak bersaing dengan kelontongan. Harga kita lebih tinggi karena harus menggaji karyawan di atas ketentuan UMK, ruangan ber-AC,” ujarnya.

Selain itu, Alfamidi punya program kemitraan dan pembinaan kepada usaha-usaha masyarakat atau kios kelontongan. Kita membina dengan menjadikan sebagai member dan mendapat pelayanan kebutuhan barang di bawah harga Alfamidi. Saat ini sudah 300-an pemilik kelontongan yang telah terdaftar sebagai calon member binaan.

Selain program binaan, Alfamidi juga memberikan hibah laboratorium ke sekolah kejuruan atau SMK. “Kita siap mempekerjakan lulusan-lulusan SMK yang mengikuti program tersebut. Kalaupun tidak bekerja di Alfamidi, setidaknya mereka sudah memiliki modal dan bisa berwirausaha.

“Kurikulum di SMK kita masuk untuk memberikan materi pelajaran pengelolaan usaha. Hari ini ada dua SMK yang bekerjasama untuk program hibah laboratorium yaitu SMK 2 Palu dan SMK 1 Poso,” kata Solihin.

Sementara itu, Walikota Palu Hidayat mengatakan ekspansi Alfamidi menyesuaikan kebutuhan lokal. Kita sudah meminta kepada pengusaha lokal tapi tidak ada yang merespon.

“Dimana Alfamidi seperti, saya sudah keliling tidak ada yang mematikan. Sebelum Alfamidi masuk, saya sudah meminta 200 pengusaha untuk memperbaiki pelayanan dan bagian depan tapi tidak ada perubahan,” ujar Hidayat.

Hidayat juga menyatakan, tidak akan membatasi pembukaan cabang Alfamidi di Kota Palu sepanjang Alfamidi itu dibutuhkan oleh masyarakat dan masih bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat. “Saya kira kita harus membuka diri juga,” ujarnya.

Sepanjang masih dibutuhkan masyarakat, masih bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat kita berikan. Apalagi pascabencana banyak masyarakat kita yang meninggalkan Kota Palu dan toko-toko tutup. Dalam kondisi seperti itu, tambahnya, Alfamidi kita minta untuk membuka dan melayani kebutuhan masyarakat. (patar)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 368 times, 1 visits today)