Daftarkan Ahmad Ali, Nasdem Ajak PDIP Sulteng Koalisi Sejati

oleh -
Ketua DPW Partai Nasdem Sulteng Atha Mahmud menyerahkan berkas pendaftaran Ahmad Ali sebagai bakal calon gubernur kepada Ketua DPD PDIP H Muharram Nurdin di Sekretariat DPD PDIP Sulteng, Jalan Ahmad Yani Kota Palu, Jumat, 13 September 2019. (Foto Patar)

PALU, Kabar Selebes – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sulawesi Tengah mengajak PDIP Perjuangan Sulawesi Tengah sebagai koalisi sejati dalam hajatan politik lima tahunan di Sulawesi Tengah. Koalisi dimaksudkan turun ke tingkat kabupaten dan kota.

Ajakan itu disampaikan Ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Tengah Atha Mahmud saat penyerahan berkas pendaftaran bakal calon gubernur Sulawesi Tengah Ahmad HM Ali pada Pilkada Serentak 2020. Nasdem Sulteng

“Koalisi Nasdem dan PDIP sudah berlangsung mulai dari pemilihan Presiden kemarin. Kenapa tidak koalisi itu berlanjut lagi untuk pemilihan gubernur maupun ke tingkat pilkada bupati dan walikota,” kata Atha Mahmud kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Suawesi Tengah H Muharram Nurdin di Sekretariat DPD PDIP Sulteng, Jalan Ahmad Yani, Jumat, 13 September 2019.

Menurut Atha Mahmud, sejak periode pertama Presiden Jokowi, Nasdem dan PDIP tidak pernah pisah. Diharapkan juga dalam pilkada tetap bisa bersama.

“Besar sekali harapan bisa bersama. Besar sekali peluang untuk merebut tampuk kepemimpinan berikutnya,” ujar Atha.

Atha juga menyampaikan bukti keseriusan Nasdem mengusung Ahmad Ali sebagai calon gubernur. “Ini sekaligus menepis isu-isu yang beredar bahwa Ahmad Ali tidak maju pilgub,” ungkap Atha.

Sebenarnya, lanjut Atha, Ahmad Ali ingin menyerahkan sendiri berkas pendaftarannya ke PDIP. Namun karena kesibukannya di Jakarta, Bendahara Umum DPP Partai Nasdem itu tidak dapat hadir.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tengah H Muharram Nurdin merespon positif ajakan Partai Nasdem.

“Nasdem ini partai sahabat. PDIP juga punya beberapa nama dari internal partai yang mendaftar pada pilkada serentak,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah itu, tentunya nama yang akan diusung nantinya merupakan kewenangan Ketua Umum DPP Megawati Soekarnoputri untuk memutuskan.

Kata Muharram, para bakal calon yang dinyatakan berkas lolos verifikasi akan diajukan ke DPP untuk selanjutnya diproses seperti uji kepatutan dan kelayakan di DPP, tes psikologi dan survei.

Ada 13 lembaga aurvei kredibel yang bisa digunakan untuk survei bakal calon. Bakal calon tinggal memilih lembaga survei yang akan dipakai. (Patar)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 72 times, 1 visits today)