Pengusaha Properti Ini Siap Bangun Kembali Kota Palu Pascabencana

oleh -
Bakal calon Walikota Palu Gufran Ahmad (kiri) saat menyerahkan berkas pendaftaran ke DPC PDI Perjuangan Kota Palu, Jumat, 13 September 2019. (Foto Patar)

PALU, Kabar Selebes – Bakal calon Walikota Palu Ir Gufran Ahmad menyatakan diri siap membangun kembali kota yang hancur akibat bencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi, 28 September 2018 silam.

Komitmen itu disampaikan Gufran kepada media usai menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Bakal Calon Walikota Palu pada Pilkada Serentak 2020 mendatang di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Palu, Jalan Nokilalaki, Jumat, 13 September 2019.

Menurut Ketua Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Sulawesi Tengah itu, pekerjaan rumah terbesar bagi pemerintah Kota ke depan adalah menyelesaikan masalah kemanusiaan yang dihadapi puluhan ribu warga terdampak bencana.

“Itu yang prioritas soal kemanusiaan. Setelah itu rekonstruksi dan rehabilitasi atas kerusakan yang belum maksimal,” kata Gufran.

Untuk pilkada, Gufran mengatakan masih akan berkomunikasi dan mendaftar ke partai-partai lain. ‘Kami menunggu kabar dari partai lain untuk membuka pendaftaran,” katanya.

Sedangkan untuk pasangan, Ketua IKA Fakultas Teknik Universitas Tadulako itu menyatakan karena dirinya berasal dari pelaku dunia usaha, maka untuk pasangan lebih kepada yang berlatar belakang birokrat atau politisi.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Palu Azhar Yahya meminta kepada para bakal calon yang memasukkan pendaftaran untuk menyiapkan diri dan mematuhi ketentuan dari partai.

“Semua akan melalui survei nantinya. Hasil survei tertinggi yang berpeluang untuk diusung. Kamipun bakal calon dari internal belum ada jaminan untuk diusung,” kata Azhar Yahya.

Sebelumnya kepada media ini, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Palu Joppi Alvin Kekung mengatakan ada 15 orang yang telah mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon (Balon) Kepala Daerah (Kada) untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota pada 2020 mendatang, melalui penjaringan yang dibuka sejak tanggal 5 sampai 12 September.

15 orang tersebut menurutnya memiliki latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari pimpinan partai hingga tokoh masyarakat, yaitu Hadianto Rasyid, Iskandar Nontji, Kamil Badrun, Aristan, Dr. Nirwansyah Parampasi, Husen Al Idrus, Sahlan Lamporo, basir tanase, Gufran Ahmad, Ronald, Alimuddin Ali Bau, Ema Asmawati. Sementara dari kader sendiri ada Shopian Lasimpara dan Ketua DPC PDIP Ashar Yahya.

Meski telah mengambil formulir, namun Joppi menjelaskan bahwa mereka belum dapat dinyatakan secara resmi sebagai pendaftar jika belum mengembalikan berkas hingga 18 September mendatang. Pasalnya, saat ini baru Hadianto yang telah mengembalikan berkas.

“15 orang yang ambil formulir, baru secara resmi dinyatakan mendaftar kalau mereka sudah mengembalikan berkas sampai tanggal 18 ini,”ungkapnya di Kantor DPRD Palu pada Jumat, (13/9/2019).

Setelah pengembalian berkas formulir pendaftaran, pengurus DPC PDIP akan melakukan verifikasi yang akan dilakukan oleh tim khusus, sebelum dilakukan dikeluarkannya rekomendasi penjaringan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) melalui DPD.

“Kalau berkas mereka semua terpenuhi, nanti di pusat ada lagi proses dan mekanisme yang akan dilalui oleh pengurus DPP, dan itu sudah diluar domain pengurus kota,” pungkasnya. (patar-sobirin)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 119 times, 1 visits today)