Demi Masa Depan, Prajurit TNI ini Turun Mengajar Anak-anak di Desa Terpencil

PALU, Kabar Selebes – Seorang anggota TNI terpaksa harus ikut menjadi guru dan mengajari sejumlah anak-anak di desa terpencil di Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong. Anggota TNI itu menjadi guru di SD Inpres 3 Desa Lombok,Dusun II Desa Ogoalas.

Prajurit TNI itu adalah Sersan Dua (Serda) Abdul Zaid. Dia adalah anggota satgas yang ditugaskan untuk program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-106 di wilayah itu. Bintara tersebut dipilih karena dinilai cakap khususnya dalam menguasai bahasa daerah setempat.

Bukan hal yang mudah tentunya bagi Abdul Zaid. Namun pengabdiannya selama sebulan ini diharapkan jadi oase bagi kehidupan anak-anak Desa Ogoalas yang sekian lama tak bisa mengenyam pendidikan karena ketiadaan biaya.

BACA JUGA :  Bhayangkari Bersih-Bersih Sampah Tanjung Karang

‘’Insya Allah kami akan membantu anak-anak disini agar mereka juga bisa tahu membaca. Ini tentunya menjadi modal awal untuk menggapai masa depannya kelak,’’ujar Zaid belum lama ini.

Metode belajarnya pun berbeda dengan sekolah pada umumnya. Zaid mengajari anak-anak tersebut dengan memasang dinding.

Diakui, salah satu yang menjadi kendala utama dalam proses belajar tersebut adalah bahasa. Anak-anak di desa tersebut, umumnya tidak bisa berbahasa Indonesia dengan lancar.

BACA JUGA :  Satuan Polair Polres Donggala Gencar Sosialisasi ke Nelayan

Bahkan ada yang belum tahu berbahasa Indonesia. Namun Zaid akan berupaya maksimal dengan pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya.

Menurutnya, tugas tersebut merupakan bagian dari kontribusi bukan hanya untuk warga tapi untuk bangsa Indonesia.

Komandan Kodim 1306/Donggala Kolonel Inf Widya Prasetyo beberapa waktu lalu memang menekankan kalau salah satu program utamanya adalah Tinombo Belajar. Program itu diharapkan bisa membantu pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mengentaskan buta huruf khususnya di Kecamatan Tinombo. Diakui, tiga desa yang menjadi sasaran TMMD kali ini memang masih memiliki banyak warga yang mengalami buta aksara.

BACA JUGA :  Prajurit TNI Ajarkan Baris Berbaris kepada Anak-Anak di Desa Terpencil

‘’Makanya kami termotivasi untuk membantu pemerintah lewat program ini. Kami berharap program ini setidaknya bisa membantu pemerintah daerah ini. Sekaligus membantu warga di Desa tersebut yang masuk dalam kategori terpencil ,’’jelas Dandim.

TMMD ke-106 di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2019 ini memang salah satu programnya adalah pendidikan melalui satgas TMMD.

Kebanyakan anak anak berada di desa terpencil tersebut banyak yang putus karena himpitan ekonomi.

Dengan adanya TMMD ini bisa membantu masyarakat sekitar baik masalah ekonomi maupun masalah pendidikan.(Ifal)

Silakan komentar Anda Disini....