UNDP-Baznas Luncurkan Program Pembangunan Ekonomi Lokal di Desa Tuva

PALU, Kabar Selebes – United Nasions Development Programs (UNDP) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program pembangunan ekonomi lokal (economic development program) di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis, (31/10/2019).

Program ini diluncurkan untuk mengembangkan mata pencaharian masyarakat di Desa Tuva yang terdampak dua bencana gempa dan banjir bandang pascabencana satu tahun silam.

Komisioner Baznas Indonesia, Nana Minarti mengatakan, program tersebut akan mengembangkan lima aspek kehidupan masyarakat, yaitu Ekonomi, Pendidikan, Dakwah, Kesehatan, dan Kemanusiaan.

Kata dia, prioritas utama Baznas dalam program ini adalah memulihkan perekonomian jangka menengah dan panjang, antara lain dengan program penciptaan pendapatan, lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Tuva menjadi salah satu dari sepuluh titik integrasi program yang dilakukan oleh Lembaga Program Baznas,” terangnya.

BACA JUGA :  Dapat Rekomendasi PAN, Pasha Siap Bertarung di Pilgub Sulteng

Kerjasama antara Baznas dan UNDP dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak sebagian dan seluruhnya ini diharapkan, dapat mempercepat pemulihan ekonomi dengan pengembangaan mata pencaharian yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Ditempat yang sama, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sophie Kemkhadze, mengatakan, program di Tuva merupakan bagian dari perluasan fokus area kerja sama antara UNDP dan Baznas dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG).

“UNDP dan BAZNAS telah bekerja sama sejak tahun 2017 dalam pembiayaan inovatif dan telah terlihat keberhasilannya di Jambi. Selain itu terdapat pula inisiatif pendampingan masyarakat di Lombok setelah bencana 2018,” ujarnya.

BACA JUGA :  Music Indieque of Tadulako, Cara Newbie Entertainment Berikan Apresiasi Bagi Musisi

Melalui kemitraan baru ini, UNDP dan Baznas mengharapkan adanya peningkatan kapasitas pemerintah lokal dan komunitas dalam pemulihan pascabencana, melalui penyediaan bantuan untuk membangun desa yang tangguh, sekolah, dan mata pencaharian masyarakat yang lebih aman.
Sophie menyebutkan rencana aksi pemulihan masyarakat harus dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi di desa. Menurutnya setelah bencana besar yang melanda daerah ini, pemulihan ekonomi dibutuhkan untuk mendukung masyarakat.

“Kegiatan yang meningkatkan pengembangan skill inovatif masyarakat, seperti pembangunan kapasitas dan bantuan usaha mikro sangat penting untuk mempercepat proses pembangunan kembali,” terangnya.

Kata dia, identifikasi potensi utama desa sangat penting untuk melancarkan peluang ekonomi. Selain itu, inisiatif ini menegaskan bahwa kelompok-kelompok yang terpinggirkan, termasuk perempuan, tidak ditinggalkan.

BACA JUGA :  Prabowo Wacanakan Kementerian Kebencanaan

“Kami berharap perempuan juga terlibat dengan program yang telah kami luncurkan,” ujar Sophie.

Kini, lanjut dia, penduduk di Desa Tuva dapat meningkatkan produktivitas ekonomi karena mereka akan dilengkapi dengan bantuan teknis yang melibatkan pembangunan kapasitas, pendampingan usaha mikro, serta mekanisme hubungan antar-sektor.

Kemudian ditunjang dengan program kesiapsiagaan bencana yang terintegrasi dalam pengembangan lingkungan sekolah yang lebih aman.

UNDP berharap melalui inisiatif dalam pengembangan mata pencaharian yang tangguh, ini dapat membantu memberantas kemiskinan di daerah yang terdampak bencana dan berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya Goal 1 (Tanpa Kemiskinan), Goal 4 (Pendidikan Berkualitas), dan Goal 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). (Sarifah Latowa)

Silakan komentar Anda Disini....