Bawa Pisau Masuk Polda, Lima Aktivis Mahasiswa Diamankan Polisi

PALU, Kabar Selebes- Sebanyak lima orang aktivis mahasiswa dari Lingkar Studi Aksi Demokrasi Indonesia (LS-ADI) terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian setelah mereka kepergok petugas penjagaan Kepolisian Daerah Polda Sulteng membawa senjata tajam Senin (18/11/2019).

Ke lima mahasiswa ditangkap polisi setelah salah seorang kepergok membawa senjata tajam jenis pisau yang tersimpan pada tas pinggang kecil.  Kelimanya rencananya akan masuk ke Mako Polda Sulteng untuk alasan yang belum diketahui. Namun, saat digeledah di gerbang, salah seorang ditemukan membawa senjata tajam.

Mahasiswa yang diamankan tersebut diantaranya ALM (23), HR (21) SF (21), MT (20), SK (23).

BACA JUGA :  Cetak Hafidz, Ketua FUI Palu Siapkan Rumah Qur’an

Kronologis penangkapan ini bermula, sekitar pukul 09,30 WITA, saat piket penjagaan dari anggota Direktorat Polisi Perairan (Pol Air) Polda Sulteng melakukan tugasnya untuk pengecekan terhadap semua tamu yang masuk ke Markas Polda Sulteng.

Pada saat itu dua kendaraan bermotor satu diantaranya berboncegan masuk di Polda Sulteng dan diberhentikan oleh petugas pos jaga dan dilakukan pemeriksaan. Saat sedang dalam pemeriksaan polisi muncul dua orang yang masing-masing mengunakan kendaraan sepeda motor dan langsung diberhentikan oleh petugas jaga. Saat dilakukan pemeriksaan badan dan barang bawaan petugas jaga Bharatu Maikel Pasonglik menemukan barang tajam berupa pisau yang tersimpan pada tas pinggang salah satu pengendara motor.

BACA JUGA :  Partai Demokrat Tanggapi Pernyataan Hidayat Lamakarate, Ata Razak: Semua Masih Dinamis

Guna kepentingan mengungkap motif dari pelaku, polisi mengamankan lima orang beserta empat unit kendaraan roda dua guna pemeriksaan di Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulteng.

Menurut HR pemilik senjata tajam itu,  pisau itu dibawanya sejak semalam saat berencana untuk memancing di Pantai Talise.

“Karena sudah larut saya tidur di sekret, tadi pagi  dibangunkan teman untuk berangkat ke Polda sehingga saya langsung berangkat namun sampai di penjagaan Polda saya diperiksa dan ternyata ada ikut pisau di tas saya,” aku HR.

BACA JUGA :  Kadis Kesehatan Sulteng Sebut Turis dari Togean Bukan Suspek Corona

Kelima orang yang diamankan Polisi merupakan anggota organisasi LS-ADI yang diperintahkan oleh ketua umum LS-ADI Ruli S. Salim datang Ke Polda Sulteng guna mengawal pemeriksaan salah satu penasehat LS-ADI di Dit Reskrimsus Polda Sulteng dalam kasus penistaan agama.

“Saat ini kelima orang mahasiswa tersebut dalam pemeriksaan Direktorat reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulteng,” kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto.(Ipal)

Silakan komentar Anda Disini....