Bergerak Cepat, ACT Sulteng Langsung Salurkan Bantuan ke Pengungsi Banjir Bandang Desa Poi

SIGI, Kabar Selebes – Tiga hari pacabanjir bandang yang menerjang Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, Puluhan rumah warga di wilayah itu hingga kini masih digenangi lumpur. Puluhan Kepala Keluarga (KK) juga masih menempati lokasi pengungsian.

Dari pantauan tim ACT di lokasi, korban banjir bandang tersebut ditempatkan di pusat pengungsian di Dusun 3 tepatnya di bangunan SMA Muhammadiyah.

Tim Aksi Cepat Tanggap yang tiba di lokasi Selasa siang, Langsung menyalurkan 40 paket bantuan yang diserahkan langsung kepada para pengungsi. Paket itu berupa selimut, Sarung maupun kebutuhan pengungsian lainya.

Kepala Cabang ACT Sulawesi Tengah Nurmarjani Loulembah mengatakan bantuan yang disalurkan hari ini diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir bandang.

Nurmarjani Loulembah juga mengatakan tidak hanya menyalurkan bantuan, ACT juga menerjunkan sukarelawan dari Masyarakat Relawan Indonesia Aksi Cepat Tanggap (MRI_ACT) Sejak minggu kemarin hingga saat ini.

“Kami masih menyiagakan tim kami di lokasi banjir. Selain membantu korban banjir juga memantau kondisi desa jika terjadi banjir susulan agar pergerakan kami ke wilayah itu bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Camat Dolo Selatan, Jalil yang ditemui tim ACT di Desa Poi, selasa siang mengatakan yang dibuthkan pengungsi  pengungsi saat ini adalah makanan, pakaian dan air bersih, Termasuk perlengkapan bayi maupun perlengkapan salat.

Data yang dimiliki Pemerintah Kecamatan Dolo Selatan, jumlah warga yang terdampak banjir bandang sejumlah 27 KK. Sementara rumah yang rusak berat terdapat enam unit.

Jalil mengatakan, yang dilakukan Pemerintah saat ini adalah mengimbau semua masyarakat Desa Poi agar meninggalkan rumah mereka karena rawan terjadinya banjir susulan mengingat pada desember ini memaskui musim penghujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

“Kami sudah mengimbau masyarakat agar tidak lagi menempati rumah mereka karena digunung itu terdapat sedimen seluas kurang lebih 6 hektar yang saat ini menjadi bom waktu bagi masyarakat,” kata Jalil.

Menurut Jalil, Semua warga poi harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang aman maupun mengungsi ke hunian sementara yang ada di Dusun 3 Sembari menunggu pembangunan hunian tetap yang akan dibangun oleh pemerintah. 

Hingga selasa siang kurang lebih 50 jiwa korban banjir bandang telah melakukan pemeriksaan kesehatan di posko kesehatan. Puluhan diantaranya mengalami gatal-gatal dan sakit kepala.

Dari pantauan tim ACT di lokasi banjir bandang, akses jalan utama di desa ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan,  baik roda dua maupun roda empat.  Satu unit alat berat terlihat masih membersihkan material banjir yang menutupi aliran sungai.(*)

Silakan komentar Anda Disini....