2019, Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Sulawesi Tengah Membaik

Ketua Otoritas Jasa Keuangan Sulteng Gamal Abdul Kahar saat memberi keterangan pers, Senin siang (16/13). Foto Patar

PALU, Kabar Selebes – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis hasil Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2019. Berdasarkan hasil survey, Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2019 tercatat tumbuh signifikan apabila dibandingkan hasil survey tahun 2016, bahkan mencapai angka di atas rata-rata nasional.

“Indeksi Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional Tahun 2019 berturut-turut sebesar 38,03% dan 76,19%, sedangkan indeks Provinsi Sulawesi Tengah berturut-turut sebesar 39,03% dan 84,51% mengalami peningkatan dari indeks tahun 2016 yang berturut-turut sebesar 22,55% dan 65,09%,” kata Kepala Perwakilan OJK Sulawesi Tengah Gamal Abdul Kahar kepada martawan, Senin (16/12) di Palu.

Menurut Gamal, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama lintas stakeholders yang telah dilakukan selama kurang lebih 3 tahun terakhir. Oleh karena itu, OJK mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah termasuk Kota dan Kabupaten serta para Pelaku Industri Jasa Keuangan di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Sebagai informasi, survey dilakukan menggunakan metode multi-stage stratified random sampling dengan pemetaan Industri Jasa Keuangan mencakup sektor Perbankan, Pasar Modal, Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, Pergadaian dan LJK lainnya,” ujarnya.

Lanjut Gamal, surveyor menggunakan parameter Pengetahuan, Ketrampilan, Keyakinan, Sikap dan Perilaku responden untuk mengukur Indeks Literasi Keuangan. Sedangkan untuk mengukur Indeks Inklusi Keuangan, digunakan parameter penggunaan (usage) meliputi penggunakan produk/jasa pada 1 tahun terakhir.

“Pencapaian indeks Provinsi Sulawesi Tengah yang di atas rata-rata nasional merupakan hasil dari kampanye literasi dan inklusi keuangan yang masif dan terstruktur melalui program-program unggulan antara lain Laku Pandai (Branchless Banking), Asuransi Mikro, Asuransi Pertanian, Yuk Nabung Saham, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Ultra Mikro (UMi), Mekaar, Financial Technology (Fintech) dan lain sebagainya,” katanya.

Tambahnya, OJK dan Pelaku Industri Jasa Keuangan akan terus meningkatkan perannya dalam rangka mewujudkan Industri Jasa Keuangan yang kontributif dan inklusif terhadap peningkatan ekonomi daerah melalui fungsi intermediasi dan fasilitasi penciptaan sumber-sumber ekonomi kerakyatan yang baru untuk mendukung upaya pemerataan kesejahteraan di Provinsi Sulawesi Tengah. (*/patar)

Silakan komentar Anda Disini....