Jelang Natal dan Tahun Baru 2020, Sejumlah Bahan Pokok Beranjak Naik

oleh -
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah Richard Arnaldo Djanggola saat melakukan sidak harga bahan pokok di Pasar Masomba, Senin (16/12). Sejumlah bahan pokok mengalami kenaika harga menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. (Foto Patar)

PALU, Kabar Selebes – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah melakukan pemanrauan harga dan stok bahan pokok di pasar tradisional serta modern di Kota Palu, Senin (16/13). Sejumlah bahan pokok sudah mengalami kenaikan harga dari awal Desember.

Dalam pemantauan diperoleh informasi dari sejumlah pedagang. Salah satu bahan pokok yang mengalami kenaikan harga yaitu daging dari Rp110 per kilogram naik menjadi Rp120 ribu per kilogram.

Muhammad, penjual daging sapi di Pasar Masomba mengatakan daging naik menjelang Natal dan Tahun Baru 2020.

“Daging naik jadi Rp 120 ribu per kg dan tulang Rp70 ribu per kilo. Sehari bisa jual 100 kg daging tulang. Tulang 70 ribu/kg. Sebelumnya harga daging 110,” kata Muhammad.

Dia mengeluhkan masuknya daging impor karena mengganggu langganan daging yang selama ini sudah terjalin. “Daging impor ini bikin penjualan menurun pak,” kata Muhammad.

Pedagang pasar Masomba lainnya, Mini mengatakan sejak awak Desember sejumlah barang dagangannya mulai naik harga.

“Untuk beras masih stabil rata dijual Rp10 ribu/kg, premium Rp12 ribu/kg. Yang mengalami kenaikan adalah gula Gorontalo dan kini dijual Rpp14 ribu/kg atau Rp620 ribu/karung (50 kg),” kata Mini.

Bahan pokok lainnya yang mengalami kenaikan harga yaitu telur. Setiap rak naik Rp3 ribu. Untuk satu rak dijual Rp45 ribu/rak hingga Rp48 ribu/rak,” kata Mini.

Untuk minyak curah juga mengalami kenaikan dari Rp180 ribu per 20 kg naik menjadi R 220 ribu per jerigen (20 kg).

Mini mengeluhkan sepinya tingkat penjualan yang diduga dampak dari kenaikan harga.

Begitupula dengan ayam potong juga mengalami kenaikan harga antara Rp25 ribu sampai Rp28 ribu per kilogranlm.

“Per ekor dijual Rp 55 ribu sampai Rp60 ribu dengan kenaikan hingga Rp5 ribu per ekor. Sehari hanya bisa menjual sekitar 40 ekor,” kata pedagang ayam, Lina.

Pedagang ayam lainnya Hj Nanni juga mengeluhkan kenaikan harga ayam potong yang mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Sepi pembeli harga naik terus. Rp 65 per ekor dan tidak bisa menutupi modal. Pembeli memilih yang susah jadi ketimbang masih mentah,” kata Nanni.

Pemantauan dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Richard Arnaldo Djanggola, Tim Satgas Pangan Polda Sulteng dan Polisi Pamong Praja. (Patar)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 27 times, 1 visits today)