Raksasa Manufaktur China Investasi Rp120 Triliun di KEK Palu

Walikota Palu Hidayat, Direktur Utama China First Heavy Industries Mr Zhu Qingshan, Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola dan Chairman CFHI Group Co Ltd Mr Liu Mingzhong usai menandatangani Letter of Intent (LoI) rencana investasi di KEK Palu, Selasa (17/12) di ruang rapat Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. (Foto Patar)

PALU, Kabar Selebes – Perusahaan raksasa manufaktur China, China First Heavy Industries Group International Resources Co Ltd (CFHI) tertarik menanam investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. CFHI berencana akan berinvestasi dengan total Rp120 triliun atau setara USD40 miliar.

Penandatanganan LoI dilakukan antara Direktur Utama CFHI Mr Zhu Qingshan dengan Walikota Palu Hidayat dan disaksikan Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola serta Direktur Utama China First Heavy Industries Group Co Ltd, Mr Liu Mingzhong.

Chairman CFHI Mr Liu Mingzhong mengatakan CFHI adalah badan usaha milik negara milik pemerintah China dan kehadiannya sudah lama di China. “September 2018, Presiden China Tzi Jin Ping mengunjungi CFHI dan menyatakan industri CFHI merupakan industri manufaktur terbesar di China.

“CFHI menguasai 70 persen pasar manufaktur dalam negeri untuk industri baja dan presseur vessel untuk industri kimia dan nuklir,” kata Liu.

BACA JUGA :  KPAP El Capitan Indonesia Ajak Masyarakat Parigi Kenal Mangrove Lebih Dekat

CFHI memiliki kapasitas 3.000 ton jauh lebih besar dari indutri pressure vesel yang dimiliki Jepang sebesar 1.500 ton dan India 1.200 ton dan menjadi supplier utama untuk industri otomotiff, pertahanan, pengelolaan air serta pembangkit listri tenaga nuklir.

CFHI setara dengan perusahaan manufaktur dari Italia, Jerman serta Swiss. Bahkan CFHI saat ini uudah menjadi sub kontraktor di negara-begara tersebut.

Liu juga mengakut senang setelah mengunjungi lokasi KEK Palu serta penjelasan-penjelasan dari pengelola KEK Palu dan tertarik dengan aspek-aspek lingkungan dan tertarik untuk menindaklanjuti rencana investasi di KEK Palu.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah 9PT BPST) Andi Mulhanan Tombolotutu menjelaskan, hari ini merupakan lanjutan dari beberapa kali tahapan mulai dari pembicaraan tingkat bilateral atau antar pemerintah (G to G), dilanjutkan tingkat kedutaan lalu hubungan bisnis (B to B).

BACA JUGA :  Partai Perindo Usung CEM sebagai Cawagub Sulteng

“Investasi CFHI tahap awal sebesar USD 3 miliar setara Rp40 triliun di Januari 2020, dari total rencana investasi USD40 miliar atau setara Rp120 triliun,” kata Mulhanan Tombolotutu.

Kata Mulhanan, dalam enam bulan ke depan CFHI membangun tiga industri utama dan pendukungnya. Tiga pabrik adalah industri logam dasar, tembaga dan besi serta nikel.

“Saat ini perusahaan yang telah beroperasi di KEK Palu yaitu PT Hong Thai International yang bergerak di bidang pengolahan getah pinus, serta PT Asbuton Jaya Abadi yang bergerak di bidang perdagangan besar bahan bakar padat, cair dan gas,” kata Mulhanan.

Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola merespon rencana CFHI berinvestasi di KEK Palu. “KEK Palu masuk dalam Rencana Pembangunan Jangkaa Menengah (RPJMN) 2020 dan menjadi prioritas pengembangan berinvestasi,” kata Longki Djanggola.

BACA JUGA :  Sudding: Kejahatan 'By Design' Negara Luar Upaya Lemahkan Indonesia

Lanjut Longki, investasi CFHI ini dilakukan dalam dengan pola kerjasama dengan PT BPST yaitu bersama-sama mendirikan anak perusahaan baru untuk mengelola dan membangun infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus, lokasi kerjasama proyek yaitu di wilayah KEK Palu.

Selanjutnya, PT BPST menyediakan layanan pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek. Sementara CFHI bertanggungjawab atas manajemen promosi dan operasional proyek di KEK Palu.

Tambah Longki, selanjut pihak CFHI dan PT BPST segera membentuk tim kerja bersama untuk menyusun Memorandum of Understanding (MoU) antar kedua belah pihak terkait dengan proyek investasi tersebut.

Walikota Palu Hidayat menminta kepada calon investor maupun pengelola KEK Palu untuk bisa mewujudkan sejumlah kesepakatan yang sudah dibangun. “Kita berharap rencana-rencana investasi itu segera bisa terealisasi,” ujar Hidayat. (Patar)

Silakan komentar Anda Disini....