Kejaksaan Diminta Usut Penggunaan Anggaran Pembangunan Kelas SDN Inpres 1 Kamonji

  • Bagikan

PALU, Kabar Selebes – Pihak Kejaksaan Palu diminta untuk segera mengusut penggunaan anggaran pembangunan dua kelas SDN Inpres 1 Kamonji yang bernilai Rp 1.091 milyar, yang di kerjakan oleh tiga CV yaitu CV. Fitratama Consultant, CV. Al Barokah, CV Ridho Eng Consultant, usai ditemukan Komisi A DPRD Palu saat melakukan inspeksi mendadak pada Jumat (20/12/2109).

Langkah pemeriksaan ini disuarakan langsung Ketua Komisi, Mutmainah Korona, agar tidak adanya oknum yang memanfaatkan temuan ini, jika benar adanya indikasi pidana.

Mutmainah juga menjelaskan bahwa temuan ini juga sangat merugikan Kas daerah. Dimana anggaran fantastis itu, jika digunakan secara efektif dengan pengalokasian anggaran yang lebih rasional, dapat membiayai kebutuhan daerah yang lain terkhusus pasca bencana.

“Saya tidak mau ada orang yang memanfaatkan temuan ini. Jadi kami minta kejaksaan selaku penagak hukum agar langsung dapat mengambil tindakan,”pintanya saat dikonfirmasi pada Sabtu (21/12/2019).

Selain itu, pihaknya juga akan menjalankan fungsi pengawasannya dengan memanggil langsung pihak terkait. Guna mempelajari lebih detail dari segi perencanaannya.

Sebab proses penganggarannya sendiri dialokasikan pada tahun 2019, yang seharusnya berorientasi pada sisitem mitigasi bencana. Karena jika mengacu pada manajemen risiko bencana, aset pemerintah terutama bangunan gedung negara semestinya wajib mengadopsi konsep manajemen resiko bencana. Namun, faktanya bangunan masih mengadopsi pola lama bahkan dengan alokasi anggaran yang fantastis.

“Dan dalam waktu dekat kami akan memanggil Dinas Pendidikan Kota Palu, LPSE, konsultan pelaksana proyek dan pihak sekolah SDN 1 Inspres kamonji sebagai penerima manfaat untuk dimintai keterangan,”imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Ansar Sutiadi yang dikonfirmasi via WhatsApp menjelaskan bahwa, apa yang menjadi temuan pihak komisi tidaklah benar. Menurutnya asumsi yang disampaikan DPRD tanpa data. Sebab bangun kelas dua tingkat tersebut, menurutnya telah dikerjakan sesuai dengan dokumen perencanaan.

Dirinya juga meminta agar dokumen perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) yang merupakan produk dari konsultan perencana yang biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan pembangunan (Gambar kerja) untuk dipelajari terlebih dahulu.

“Untuk transparan dan akuntabilitas, kami siap memberi penjelasan. Anggarannya 1 milyar 90 juta, saya lupa persisnya. Itu sudah anggaran hasil lelang,” jelasnya.(Sobirin)

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan