Kelola Batu Gamping, PT. MBN Salurkan CSR di Bungku Timur

Pertemuan penyaluran CSR oleh PT. MBN dan masyarakat Desa Lahuafu, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Jumat (20/12/2019). Foto: Ahyar Lani

MOROWALI, Kabar Selebes – Sebagai tanggung jawab sosial perusahaan melalui program coorpote social responsibility (CSR), merupakan wadah bagi perusahaan untuk membangun hubungan atau kemitraan dengan stakeholders, khususnya bagi pemerintah dan masyarakat.

Olehnya, salah satu perusahaan yang mengelola Batugamping di Kabupaten Morowali, yakni PT. Mineral Bumi Nusantara (MBN), melaksanakan penyaluran CSR untuk masyarakat.

Untuk pertama kalinya, penyaluran CSR dilaksanakan di wilayah pertambangan Batugamping di Gedung Alkhairaat, Desa Lahuafu, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (20/12/2019).

Dihadiri Direktur Utama PT. MBN Kween Karyanto dan managemen, Kepala Tenaga Teknik PT. MBN Muhdar, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Morowali Zainudin, Kapolsek Bungku Tengah dan Bungku Timur A. Rapar, perwakilan Danramil, Camat Bungku Timur Sustrawan, Kepala Desa Lahuafu, Ketua BPD Lahuafu, perwakilan lembaga sosial, serta masyarakat Desa Lahuafu.

PT. MBN adalah perusahaan tambang Batugamping yang pertama kali beroperasi di Morowali. Olehnya, melalui CSR perusahaan dapat meminimalisir dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif dari segi ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Kepala Tenaga Teknik PT. MBN, Muhdar mengatakan, bahwa CSR itu seperti jembatan penghubung antara kepentingan perusahaan dan masyarakat. Diharapkan ada kesepahaman, yang nantinya terbangun hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.

“Secara otomatis, masyarakat yang sudah merasakan manfaat dari kehadiran perusahaan, pasti akan memberikan dukungan terhadap perusahaan,” jelasnya.

“Dengan demikian, potensi konflik dan gangguan terhadap operasional perusahaan akan semakin mengecil, justru masyarakat akan menjadi benteng utama dalam menghadapi gangguan dari pihak luar,” tambah Muhdar.

Penyaluran CSR merupakan sinergi dari upaya berkelanjutan untuk program-program sosial demi kesejahteraan masyarakat.

“Misalnya dana CSR yang dimanfaatkan untuk pelatihan, pengelolaan pertanian modern, agar warga masyarakat memiliki kemampuan dalam meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya.

Ditambahkannya lagi, bahwa CSR bisa juga berupa bantuan peralatan kerja bagi kelompok masyarakat produktif, yang selama ini terganjal ketiadaan peralatan kerja. CSR juga bisa berupa perbaikan kualitas SDM ditengah masyarakat.

“Saya mewakili perusahaan dan bagian dari masyarakat Desa Lahuafu, sangat mengharapkan melalui penyaluran CSR ini memberikan manfaat dalam bidang pembangunan desa,” tutup Muhdar. (Ahyar)

Silakan komentar Anda Disini....