Kapolda Sulteng : Tidak Ada Ampun Bagi Bandar Narkoba

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Syafril Nursal.(Foto:Ari Al Abassi/kabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes –Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Syafril Nursal, menyatakan tidak ada ampun bagi bandar narkoba. Pernyataan itu ia sampaikan saat menggelar konferensi pers akhir tahun di ruang Rupatama Polda Sulteng, Selasa,(31/12/2019).

“Para bandar narkoba tak bisa diberikan pengampunan hukum. Mereka itu adalah pembunuh generasi muda bangsa. Saya tegaskan lagi, tidak ada ampun bagi mereka,” ujarnya.

Tidak hanya tegas terhadap para bandar narkotika, Syafril juga menyatakan para oknum penegak hukum yang mencoba peruntungan di bisnis narkoba akan menerima hal yang sama.

Menurut kapolda sepanjang tahun 2019, tindak pidana narkoba yang ditangani Ditresnarkoba Polda Sulteng dan Satresnarkoba Polres jajaran, sebanyak 453 kasus yang dapat diselesaikan 351 kasus atau 77,48 persen.

Sedangkan tahun 2018 yang ditangani sebanyak 472 kasus atau turun 4,02 persen. Jumlah tersangka atau pelaku yang terlibat penyalahgunaan narkoba tahun 2019 sebanyak 583 orang terdiri dari laki-laki dewasa 536 orang, perempuan dewasa 45 orang dan anak-anak 2 orang.

“Khusus untuk pelaku anak-anak perkaranya diselesaikan secara diversi,” jelasnya.

Sedangkan barang bukti yang berhasil disita selama tahun 2019 adalah sabu-sabu 9,1 kg, ekstasi 36 butir dan obat daftar G berjumlah 15. 518 butir.

Meski penurunannya tidak terlalu signifikan, namun kapolda bersyukur angka kasus narkoba berkurang di tahun 2019. Ia berharap pada tahun 2020 mendatang angka itu akan terus berkurang.
“Penurunannya tidak terlalu signifikan, sehingga tahun 2020 ini, saya akan mengerahkan semua personil untuk terus melakukan penyisiran. Kalau perlu setiap hari kita lakukan,” terangnya.

Selain penanganan kasus narkoba, kapolda juga merilis keseluruhan kasus kejahatan konvensional sepanjang tahun 2019. Menurut dia sepanjang tahun 2019 yang ditangani Ditreskrim Polda Sulteng dan Satreskrim Polres jajaran sebanyak 7.076 kasus dan yang dapat diselesaikan sebanyak 3.544 kasus atau 50,08 persen.

Bila dibandingkan dengan tahun 2018 jumlah kasus yang ditangani mengalami penurunan 3.658 kasus atau 34 persen. Sedangkan kasus yang menjadi trend tahun 2019 adalah kasus pencurian 1.780, penganiayaan 1.184, curanmor 731, penipuan 518, penggelapan 447, curat 338 kasus dan KDRT 349 kasus. (Sarifah Latowa)

Silakan komentar Anda Disini....