BPS Palu Bidik Milenial Jadi Agen Sosialisasi Sensus Penduduk Secara Online

PALU, Kabar Selebes – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu akan membidik para milenial untuk menjadi agen sosialisasi sensus penduduk online 2020.

Kepala BPS Kota Palu Sutrisno mengatakan untuk tahun 2020 sensus penduduk berbeda dari tahun sebelumnya, karena akan diselingi dengan pendataan mandiri secara daring (online). Ia mengatakan, SP 2020 untuk pertama kalinya didahului dengan sensus mandiri secara online melalui https://sensus.bps.go.id pada Februari-Maret 2020. Untuk tahap awal BPS akan menyosialisasikan SP online ke sekolah-sekolah yang ada di Palu dengan menargetkan siswa dan siswi.

“Setelah kami menyosialisasikan ke beberapa stakeholder, kominfo, saat ini kami menyosialisasikan SP online ke sekolah-sekolah yang ada di Palu. Tujuannya selain memberikan edukasi juga karena milenial dekat dengan teknologi sangat bisa membantu untuk memviralkan suksesnya sensus penduduk online yang dapat dilakukan di mana saja menggunakan internet. Dengan memanfaatkan gawai berbasis android ataupun layanan internet yang terhubung ke website SP 2020,” jelas Sutrisno Kamis (9/1/2020).

Selanjutnya kata Sutrisno, setelah tahap online akan dilakukan secara offline pada bulan Juni. Dan sistem Sensus Penduduk hanya dilakukan dengan NIK yang tertera pada KTP (Kartu Tanda Penduduk).
Meski begitu kata Sutrisno, tetap akan ada petugas yang turun ke lapangan melakukan pengecekan. Namun petugas sensus tidak dalam kapasitas mewawancarai lagi, tetapi mencocokkan data yang ada. Sehingga yang petugas datangi adalah yang betul-betul terlewatkan.

“Nantinya ada sekitar 500 petugas yang akan kami rekrut untuk mendata masyrakat yang terlewatkan dalam sistem SP online. Mereka tidak lagi mendata dengan menggunakan kertas melainkan melalui gawai yang di dalamnya sudah kami berikan data data penduduk yang telah diverifikasi dari dukcapil sehingga petugas tinggal mencocokkan data penduduk yang mungkin ada terlewatkan atau tidak sempat mengisi data SP online. Dengan harapan target kami 18 persen bisa tercapai dan menghasilkan satu data yang akurat, sesuai amanat Perpres No.39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia,” tutup Sutrisno.(Istiana)

Silakan komentar Anda Disini....