Soal Patung Soekarno, Komisaris Pengendali: Penggunaan CSR Sesuai Ketentuan dan Keinginan Pemegang Saham

Patung Soekarno dengan posisi duduk di Studio Satiaji Mandiri Jalan Mangunharjo, Yogyakarya, Yogyakarta. Rombongan Pemkot Palu dan Bank Sulteng mengunjungi tempat ini, Rabu (8/1). (FOTO: YUSUF/HUMAS)

PALU, Kabar Selebes – Gubernur Sulawesi Tengah selaku Komisaris Pengendali PT Bank Sulteng H Longki Djanggola merespons pembangunan patung Proklamator sekaligus Presiden RI I, Ir Soekarno di Taman GOR, Kota Palu.

Saat dihubungi media ini, Minggu (12/1/2020), Longki Djanggola mengatakan menyangkut penggunaan dana CSR dan operasional perbankan akan dilaporkan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulteng.

Tambah Longki Djanggola, penggunaan dana CSR Bank Sulteng tentu berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh perbankan dan sesuai dengan keinginan pemkab/kota dimana dana CSR tersebut akan digunakan.

“Mungkin pemkot minta Bank Sukteng menjdi sponsor atas pembangunan patung tersebut. Pemkot juga berhak untuk menerima CSR atau bantuan-bantuan lain dari Bank Sulteng karena Kota Palu juga punya saham di Bank Sulteng,” kata Longki Djanggola.

BACA JUGA :  Korban Tewas Banjir Bandang Ditemukan di Desa Omu, Evakuasi Dramatis

Sebelumnya, Bank Sulteng bersama dengan Pemkot Palu meninjau langsung pengrajin tembaga dipusat pembuatan Nuansa Gallery Tumang Tegalrejo RT 01/1X Lepogo Kabupaten Boyolali pada Selasa 07-01-2020 serta di Studio Satiaji Mandiri Jalan Mangunharjo, Jogyakarta Rabu, 08-01-2020.

Kunjungan langsung tersebut guna memastikan kualitas dan bahan tembaga yang akan dibuat untuk patung Ir Soekarno benar benar berkualitas dan sesuai dengan karakter dari sosok presiden pertama RI tersebut.

Dalam kunjungan tersebut dari pihak Bank Sulteng diwakili Masha dan staf sedangkan dari Pemkot Palu diwakili Sekretaris Kota Palu H Asri SH, Kadis PU Kota Palu, H Iskandar Arsyad, Kepala Bappeda Kota Palu Drs Arfan M.Si dan staf Humas Pemkot Palu.

BACA JUGA :  Butuh Uang Beli Narkoba, Warga Gebang Rejo Poso Nekat Curi Motor dan Laptop

Menurut Sekkot Palu, kunjungan langsung ke pengrajin tembaga tersebut guna memastikan rancangan yang dibuat nantinya sesuai dengan tokoh Ir Soekarno. Sehingga nantinya saat proses pembuatan harus sesuai.

Sebutnya lagi, karena keberadaan patung yang seluruhnya berbahan dasar dari tembaga tersebut bisa terpasang dengan kokoh di tengah lokasi taman GOR palu. Untuk patung berbahan tembaga tersebut tingginya mencapai 8 meter ditambah dudukan setinggi 2 meter lebih. Nantinya nama tempat penempatan patung di taman GOR tersebut bernama “Monumen Mutiara Bangsa “.

Sejarah mencatat jika Presiden RI pertama, Ir. Soekarno pernah ke Palu dan memberi nama Bandara Mutiara Palu, Sulawesi Tengah.

BACA JUGA :  Jatam Sulteng Tantang Aparat Penegak Hukum Ungkap Semua Pemodal Besar Tambang Ilegal di Sulteng

Ir Soekarno datang ke Palu pada 10 Oktober 1957, dia mendarat di Bandara Masovu, Palu. Soekarno lantas mengubah namanya menjadi Bandara Mutiara.

Keberadaan patung tembaga Ir Soekarno tersebut sejarah historis bisa diketahui oleh para siswa dan mahasiswa masyarakat Kota Palu dan sekitarnya. Tak hanya itu saja, keberadaan patung Ir Soekarno tersebut juga menjadi salah satu daya tarik sejarah dan juga sebagai destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi sebab tak hanya patung saja namun juga dibawah patung juga sekaligus dibuatkan diorama sejarah perjuangan Ir Soekarno dan para tokoh pejuang lainnya. (Patar/humas)

Silakan komentar Anda Disini....