Akibat Gempa 28 September 2018, Terdapat 80 Titik Longsor dan Banjir di Sigi

Bartholomeus Tandigala

PALU, Kabar Selebes –  Pascabencana 28 September 2018 silam yang melanda Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi telah mencatat ada sekitar 80 titik di wilayah Kabupaten Sigi berpotensi terjadinya tanah longsor dan banjir.

Kepala BPBD Sulteng, Bartholomeus Tandigala mengimbau kepada seluruh warga yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng bukit agar tetap waspada terjadi longsor dan banjir.

BACA JUGA :  Edukasi Mahasiswa Tentang Demokrasi, Rusman: Generasi Muda Adalah Tulang Punggung Perubahan

“Saat ini wilayah Sulawesi Tengah sedang memasuki musim penghujan pada awal tahun 2020, sehingga itu berpotensi terjadinya bencana banjir dan longsor,” kata Bartholomeus Senin (13/1/2020).

BPBD Provinsi turut melibatkan BPBD Kabupaten/ Kota untuk ikut melakukan sosialisasi kepada warga khususnya yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng bukit  tentang bahayanya bencana ketika terjadi intensitas hujan tinggi.

BACA JUGA :  Setahun Pascalikuefaksi, 7 Kerangka Ditemukan di Lokasi Bencana Balaroa

Kabupaten Sigi dikenal dengan wilayah langganan banjir sehingga itu beberapa desa saat ini sudah masuk dalam zona rawan bencana.

Salah satunya adalah Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan hingga saat ini Desa tersebut sudah tidak berpenguhi lagi pasalnya  Desa tersebut tidak layak lagi untuk ditempati warga.

Selain Desa Bangga ada juga Desa di Kecamatan Kulawi yaitu Desa Bolapapu yang tidak layak untuk dihuni warga sehingga itu Pemerintah secepatnya untuk merelokasi para warga tersebut karena Desa itu masuk lokasi zona merah.(ifal)

Silakan komentar Anda Disini....