PT IMIP Respons Polemik Pesawatnya Angkut TKA Tiongkok

Aktivitas Air BP-AKR Aviation dari PT Dirgantara Petroindo Raya, perusahaan patungan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bersama Air BP untuk mengembangkan bisnis bahan bakar penerbangan atau avtur pesawat terbang.(Foto:KOntan)

PALU, Kabar Selebes – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) merespons adanya polemik soal pesawat perusahaan yang mengangkut sejumlah tenaga kerja asing asal Tiongkok di Bandara Halim Perdanakusumah, awal Januari lalu.

“Tapi perlu dicatat, seluruh TKA asal Tiongkok baik yang masuk ke Morowali khususnya ke kawasan industri PT IMIP maupun yang keluar, sudah melalui proses clear and clean yang ketat dari pihak imigrasi,” Dedy Kurniawan, Koordinator Divisi komunikasi dan Media Relation PT IMIP, Selasa (14/1/2020).

BACA JUGA :  TNI dan Polri di Palu Gelar Doa Bersama untuk Negeri

Secara prinsip, PT IMIP juga berkomitmen memegang teguh aturan perundangan tentang mempekerjakan tenaga kerja asing.

“Kami memastikan bahwa seluruh TKA yang bekerja di kawasan IMIP telah menjalani proses pemeriksaan ketat, clear and clean dari petugas imigrasi,” kata Dedy.

Selain itu, kata Dedy, bandara Halim merupakan bandara yang langsung dibawah pengawasan TNI AU sehingga tingkat pengawasan terhadap pesawat dan penumpang yang mendarat di bandara itu sangat ketat.

BACA JUGA :  Dua Pemerhati Reptil Australia Optimistis Bisa Bebaskan Buaya dari Lilitan Ban

Tak hanya pemeriksaan di bandara, kata Dedy, secara rutin pihaknya juga membuat laporan kepada kantor Imigrasi Kabupaten Morowali mengenai keberadaan para TKA yang bekerja di kawasan IMIP.

Dedy mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan pemberitaan yang dimuat di salah satu media nasional dengan memuat secara mentah-mentah info terkait PT IMIP dari media sosial yang diduga kuat hoaks tanpa adanya konfirmasi kepada pihak PT IMIP.

BACA JUGA :  Polisi Kawal Ketat Logistik Untuk Pelaksanaan PSU

“Bahkan sampai hari ini pun media nasional bersangkutan itu tak punya itikad baik untuk meminta konfirmasi kepada kami,” sesal Dedy.

Dedy mengharapkan, publik tidak serta merta percaya dengan segala sesuatu berupa informasi yang beredar di media sosial karena tak terjamin kebenarannya. “Bermedia sosiallah yang baik dan jadilah netizen yang bijak,” tutup Dedy. (*/patar)

Silakan komentar Anda Disini....