Ratusan Warga Lindu Terserang Diare, Satu Meninggal Dunia

PALU, Kabar Selebes – Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi melaporkan adanya peningkatan kasus diare di Desa Anca Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 14 Januari 2020. Data terakhir pasien rawat jalan 105 orang, pasien rawat inap 6 orang, pasien rujuk 2 orang dan satu orang meninggal dunia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sigi Roland Franklin saat dikonfirmasi, membenarkan adanya wabah diare menyerang ratusan warga dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi wabah diare di Desa Anca bermula pada hari Minggu,12/1/2020 mulai terjadi kunjungan pasien dengan keluhan BAB disertai mual dan muntah yang dialami sejak malam.

BACA JUGA :  Kades Le-le Punya Perhatian Serius Sejahterakan Warganya

Kemudian pada Senin, 13/1/2020 terjadi peningkatan kasus yang luar biasa dan mulai ada pasien yang rawat inapkan di PKM Lindu.

Pihak Dinas Kesehatan Sigi dipimpin Plt Kepala Dinas dan tim langsung menuju Lindu sekitar pukul 09.00 pagi

“Dokter menyimpulkan terjadi peningkatan kasus diare ringan hingga berat dengan data terakhir pasien rawat jalan 105 orang, pasien rawat inap 6 orang, pasien rujuk 2 orang dan satu orang meninggal dunia,” urai Rolan.

BACA JUGA :  Walikota Surabaya Resmikan Sentra Wisata Kuliner

Lanjut Rolan, perlu diketahui bersama pasien yang meninggal kemungkinan dengan penyerta lainnya karena pasien berusia 60 tahun ke atas atau lansia.

Penyebab kasus diare ini belum dapat diketahui secra pasti. Namun dari beberapa keterangan yang didapatkan mungkin disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi secara massal pada acara Sabtu pagi..

Saat ini Dinkes Sigi dibantu oleh Dinkes Provinsi melalukan beberpa hal untuk penanganan berupa pelayanan siaga peningkatan kasus diare dalam satu minggu ke depan.

BACA JUGA :  Pemkot Palu dan BNNP Sulteng Kerja Sama Berantas Narkoba

Tim yang dilengkapi dengan dokter secara bergantian akan stand by di Lindu, sekaligus melakukan upaya promotif dan preventif untuj mencegah kasus ini tidak semakin meluas..

Surveilan akan mencoba mengambil sampel yang bisa dibawa untuk diperksa ke laboratorium kesehatan/BPOM agar diperoleh data dukung penyebab kasus ini..

Logistik obat-obatan yang diperlukan saat ini dalam kondisi cukup. Untuk kekurangan akan dibantu dari Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah. (Patar)

Silakan komentar Anda Disini....