Seorang ASN di Pemprov Sulteng jadi DPO Polisi Terkait Kasus Penipuan dan Penggelapan

PALU, Kabar Selebes- Satuan Reserse Kriminal ( Satreskrim)  Polres Palu akhirnya menetapkan satu orang tersangka kasus penggelapan dan penipuan sebagai daftar pencarian orang( DPO), yang diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara(ASN) di lingkup Pemprov Sulteng.

Sebelum menetapkan sebagai DPO pihak penyidik sempat melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pada Senin (25/11/2019), terkait kasus penggelapan dan penipuan dan tersangka melanggar Pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP.

Saat melakukan pemeriksaan tersangka mengeluh sakit, dan penyidik tidak dapat melanjutkan pemeriksaan dan rencananya akan dilanjutkan pada Jumat di pecan berikutnya.

BACA JUGA :  PT. Adhi Karya Diperintahkan Bayar Langsung ke Pekerja

Namun saat masuk hari pemeriksaan, kembali tersangka tidak menghadiri panggilan pemeriksaan oleh penyidik dengan alasan sakit.

Hingga memasuki Januari 2020, tersangka belum juga datang memenuhi panggilan penyidik dan informasi yang didapat saat ini tersangka sedang berada di Jakarta.

Setelah itu pihak penyidik kembali melayangkan dua kali surat panggilan terhadap tersangka dan tidak juga menghadiri panggilan. Penyidik langsung menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) kepada tersangka.

BACA JUGA :  Menipu Ratusan Juta, Warga Poso Mengaku Polisi Ditangkap

Surat DPO yang pengesahannya dikeluarkan pada Jumat (10/1/2020) dengan nomor DPO/89/I/2020/Reskrim dengan identitas tersangka Faradillah Jasin (45), yang beralamat di jalan Samratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

Kasat Reskrim Polres Palu AKP Esti Prasetyo Hadi membenarkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus penipuan dan penggelapan dengan tersangka atas nama Faradillah Jasin alias Faradilla (45).

BACA JUGA :  Cemburu Buta, Pria di Jl. Lagarutu Bacok Sepupu Sendiri Usai Shalat Magrib

“Sudah kesekian kali dari pihak penyidik melakukan pemanggilan terhadap tersangka dan selalu saja mangkir dari panggilan penyidik karena ini sudah sesuai dengan ketentuan dengan menerbitkan surat tersebu, “tegas Esti Selasa (14/1/2020).

Dia mengimbau kepada yang bersangkutan agar dapat koperatif, dan menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Sebelum mengeluarkan surat DPO tersebut, Satreskrim Polres Palu juga sudah mengeluarkan surat penangkapan terhadap tersangka dengan kasus pidana penipuan dan penggelapan, pada (16/12/2019),  dengan nomor surat Sp-Kap/302.a/XII/Reskrim.

Kasus penggelapan dan penipuan yang menjerat tersangka Faradilla ini sudah dilaporkan sejak tanggal 12 Maret 2019 lalu.(ifal)

Silakan komentar Anda Disini....