Bantah Isu Penculikan Anak, Kapolres Morowali : Tidak Benar dan Tidak Terbukti

MOROWALI, Kabar Selebes – Polres Morowali kembali menggelar Press Release terkait dugaan adanya penculikan anak di bawah umur, Jumat (24/1/2020).

Seperti yang terjadi di Desa Bahomoleo, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada 17 Januari 2020. Sepekan terakhir, diviralkan dengan dugaan penculikan anak di bawah umur.

Kapolres Morowali, Bayu Indra Wiguno menegaskan, bahwa berita yang sempat viral dan meresahkan masyarakat itu tidak terbukti terjadi.

“Berita adanya penculikan anak di bawah umur tidak benar dan tidak terbukti,” tandasnya.

Bayu memaparkan kronologis kejadian. Bahwa kedua anak, yaitu IS (13) dan HJ (10) dilaporkan diculik oleh 4 orang yang tidak dikenal. Menggunakan kendaraan yang diduga minibus Avanza warna putih. Korban sempat meronta, akhirnya bisa meloloskan diri.

BACA JUGA :  Evaluasi PAD Morowali, Pajak TKA dan IMB Pendongkrak Pendapatan

“Dari 4 orang itu kemudian bisa kembali ke rumah dengan selamat. Kami dari Polres dan juga dibantu Polsek Bungku Tengah, melakukan penyelidikan terkait peristiwa itu. Ada sekitar 7 orang saksi yang sudah diperiksa,” jelasnya.

Dari hasil penelitian, ternyata kedua anak tersebut keluar dari rumah. Bersembunyi di semak-semak dekat rumahnya, karena merasa takut tidak bisa mengikuti pelajaran mengaji yang dianggapnya terlalu sulit.

BACA JUGA :  Gufran Ahmad Aklamasi Pimpin Kadin Kota Palu

Kemudian guru mengajinya mencari, karena sedang ada isu penculikan anak. Ini kemudian menjadi ramai di masyarakat. Warga sekitar juga ikut meramaikan, bahwa terjadi penculikan terhadap kedua anak itu.

“Ketika ramai dan semakin malam, sekitar pukul 20.00 wita, adik-adik yang bersembunyi di semak-semak keluar melalui jalan, dan bertemu dengan pamannya, kemudian di bawa ke rumah. Ternyata sudah ramai, bahwa mereka diduga sebagai korban penculikan,” terangnya.

Tidak ada niat dari kedua anak tersebut untuk menyampaikan sebagai korban penculikan. Tapi karena dipicu oleh masyarakat yang sudah ketakutan, akhirnya mengikuti apa yang diinginkan masyarakat, kemudian semakin ramai di media.

BACA JUGA :  Lagi, Satu Perwira Polda Sulteng Meninggal Usai PAM TPS

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Saya himbau kepada masyarakat, agar lebih jernih dalam menerima setiap informasi. Jangan mudah percaya berita yang belum tentu kebenarannya,” himbau Bayu.

Pada Press Release itu, dihadiri Wakapolres Morowali Amir, Kapolsek Bungku Tengah Rapar, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perlindungan Anak Samsiar, Staf Camat Bungku Tengah Arman, Anggota Polres Morowali, kedua orang tua dan kedua anak korban dugaan penculikan. (Ahyar)

Silakan komentar Anda Disini....