Pengurus Golkar Palu Diperiksa BPK Sulteng Terkait Bantuan Dana Parpol

PALU, Kabar Selebes – Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah memeriksa sejumlah petinggi partai Golkar Kota Palu, karena dugaan menyalahgunakan dana bantuan Partai Politik (Parpol).

Dugaan penyalahgunaan dana bantuan parpol semakin menguat, ketika Tamsil, pengurus Ranting Kelurahan Pantoloan mengaku pernah dipalsukan tanda tangannya saat mengikuti kegiatan partai berlambang beringin itu.

Ia juga menyebutkan, pemalsuan dilakukan kepada rekannya yang telah meninggal dunia bernama Ones. Bahkan honor kegiatan yang diterima tidak sesuai dengan lampiran daftar hadir kegiatan.

BACA JUGA :  Wawali Pasha Ingatkan ASN Tidak Terlibat Politik Praktis

“Waktu kegiatan Golkar itu istri saya yang datang, tapi anehnya ada tanda tangan saya juga di daftar hadir sekaligus penerima honor. Yang lebih mirisnya, teman saya atas nama Ones yang sudah meninggal dunia, juga dipalsukan tanda tangannya, anehnya honor yang kami terima cuman Rp75 ribu, padahal di lampiran daftar hadir Rp100 ribu,”ungkap Tamsil melalui sambungan telepon.

BACA JUGA :  Anwar Hafid Akan Jadi Khatib Idul Adha di Sigi

Rasa kecewa juga diungkapkan salah satu pengurus Golkar Palu, H Kadir P Samauna. Ia menyebutkan proses tersebut haruslah terbuka, sebab jika adanya intervensi atas kejadian itu akan berdampak terhadap marwah partai.

Sebab dana bantuan parpol yang seharusnya digunakan untuk pembinaan partai justru dinikmati oleh segelintir oknum petinggi partai.

“Kami berharap tidak ada intervensi atas kasus ini. Apalagi menyangkut keuangan, jangan sampai Golkar disebut menjadi partai korup. Kalau pengurus nya tidak becus, maka hancurlah partai. Apalagi soal dana pembinaan partai yang bersumber dari APBD,”tegasnya.

BACA JUGA :  Pungli Pemasangan Meteran Listrik, Kepala PLN Batui Diciduk Polisi

Pemeriksaan tersebut turut dibenarkan salah satu pengurus, Kasmudi, saat ditemui di kantor Golkar di Jalan Thamrin, Kecamatan Palu Timur.

“Oh soal pemeriksaan itu, iya betul. Tapi untuk lebih lengkapnya tanya langsung ke Ketua (Erman Lakwana,red),”ungkapnya.

Sementara Erman yang dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp, tidak memberikan balasan, bahkan ketika dihubungi melalui telepon juga tidak merespons.(Sobirin)

Silakan komentar Anda Disini....