Ibukota Baru Jadi Pasar Potensial Produk Galian C Asal Sulteng

Gubernur Sulteng H Longki Djanggola saat Coffee Morning dengan pemilik perusahaan galian C Kota Palu, Donggala dan Tolitoli, Jumat pagi (31/1/2020) di Villa Sutan Raja, Kota Palu. (Foto Humas Pemprov Sulteng)

PALU, Kabar Selebes – Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola, M.Si berkesempatan hadir dalam bincang-bincang santai, dalam coffee morning bersama Asosiasi Pengusaha Tambang (ASPETA) pada Jum’at pagi (31/1) di Vila Sutan Raja. Proyek infrastruktur ibukota baru RI di Kaltim menjadi pasar potensi besar produk galian C asal Sulteng.

Acara yang digagas Ketua ASPETA Kamil Badrun sebenarnya sudah lama direncanakan tapi sayang karena padatnya jadwal gubernur maka baru bisa terwujud pada Jumat terakhir bulan Januari 2020.

Dalam pengantarnya, Kamil Badrun menegaskan bahwa pengusaha tambang tidak boleh abai dari tanggung jawab moralnya pada masyarakat di lingkaran tambang.

BACA JUGA :  Tim Penilai Lomba Binter dan Binsat Kunjungi Kodim 1308 LB

Sambil melihat pemandangan Teluk Palu dan bukit di sekitarnya yang kian tergerus, Ia mengajak kawan-kawan sesama profesi ikut andil bagi pembangunan, pelestarian dan pemberdayaan masyarakat di lingkar tambang.

Salah satu ide yang dilempar ke forum adalah membiayai pendidikan anak-anak warga di sekitar tambang sampai bangku kuliah, serta proaktif menjaga kesehatan dan meningkatkan produksi berwawasan lingkungan.

Selain itu Ia juga menyodorkan konsep sistem penjualan satu pintu supaya produk-produk tambang khususnya galian C dari Sulteng tidak dibeli murah.

“Kita sudah cari makan di sini jadi jangan lupa untuk berkontribusi dan berbuat yang terbaik,” imbuh Bung Kamil yang juga pengusaha media terkemuka Sulteng ke peserta.

BACA JUGA :  Nilam Sari Lawira: Sungai-sungai Di Sigi Mengalami Krisis Ekologis

Senada dengan penyampaian Kamil, Gubernur Longki sangat mengapresiasi dan mendukung ASPETA sebagai lidah penyambung aspirasi para pengusaha tambang.

Dengan ASPETA, gubernur optimis dapat memberi efek pemerataan antar pengusaha, mengadvokasi hal-hal positif dan ikut melindungi pengusaha dari ulah oknum yang memeras.

“Sehingga usaha jadi lebih tertata dengan baik dan (pengusaha) patuh pada aturan-aturan,” tutur gubernur.

Walau minim waktu silaturahmi dengan usahawan pemilik IUP di Sulteng, gubernur harap mereka dapat melakukan yang terbaik seperti harapan ketua ASPETA.

“Dari muka-mukanya Saya tahu asalnya, (pengusaha) yang mana dari Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makasar,” ujar gubernur berseloroh.

BACA JUGA :  Lahan Pertanian Hancur akibat Bencana, Petani Petobo Pertanyakan Nasibnya

Terkait sistem jual satu pintu, gubernur berharap supaya benar-benar dimatangkan ASPETA sebelum hasilnya ditindaklanjuti pemda.

“Nanti akan Saya sampaikan (hasilnya) juga ke Isran Noor (Gubernur Kaltim),” sebut Gubernur Longki yang melihat Kaltim adalah market potensial produk galian C Sulteng seiring pembangunan infrastruktur ibukota negara di sana sampai 2024.

Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan B Elim Somba, Kadis Energi Yanmart Nainggolan, Kepala Badan Lingkungan Hidup Abdul Rahim, Kepala Penanaman Modal dan PTSP, Kadis Perhubungan, Kepala Balai Jalan dan mitra terkait.(Patar)

Silakan komentar Anda Disini....