Dalam Sehari Polres Tolitoli Lakukan Olah TKP di Dua Lokasi Kebakaran

TOLITOLI, Kabar Selebes – Belum tuntas penanganan kebakaran yang menghanguskan 385 rumah warga di Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Minggu (2/2) malam hingga Senin (3/2) dini hari, Polres Tolitoli dihadapkan dalam satu peristiwa yang hampir sama.


Satu warung makan bersama gudang kembali terbakar di kelurahan yang sama, pada Selasa (4/2) subuh, sekitar Pukul 04.00 Wita. Yakni di lokasi kejadian yang tidak begitu jauh dari peristiwa sebelumnya.


Kapolres Toliroli AKBP Hendro Purwoko, menguraikan kronologis kejadian berdasarkan keterangan beberapa saksi. Menurut penjelasan Hendro, kebakaran berawal dari rumah rumah makan sari laut milik mas Eko. Api kemudian merembet ke gudang milik warga bernama Cacai.

Dalam keterangan saksi Rustam (30), ia menyebutkan api tersebut berawal dari ruang tengah tempat memasak makanan, dan menjalar ke bagian atas rumah mengenai plafon. Api dengan cepat merembet ke atas dan membakar salah satu gudang kosong yang berada di samping warung makan.

BACA JUGA :  Tebar Kebaikan Hingga ke Pulau Kabetan Melalui Paket Pangan Ramadan


Begitu juga dengan keterangan saksi Irsan (48), ia menyatakan api berasal dari ruangan di bagian depan warung yang menjadi tempat memasak.

Api merembet ke semua ruangan dan membakar salah satu gudang kosong yang berada di samping kanan warung. Saat itu Irsal mencoba memadamkan api dengan cara menyiram dengan air, tetapi tidak berhasil. Api bahkan menjalar ke dinding dan semakin membesar.


Api dengan cepat membakar rumah tersebut, karena banyaknya sisa minyak bekas penggorengan. Amukan si jago merah berhasil dipadamkan hampir satu jam kemudian, oleh Personil Polres Tolitoli yang bekerjasama dengan pemadam kebakaran dan masyarakat setempat. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat kompor minyak di tempat memasak yang lupa dimatikan.


“Akibat kejadian tersebut, mengakibatkan kerugian sekitar dua ratus juta rupiah,” ujar Kapolres.


Dari peristiwa itulah, tim Identifikasi Satreskrim Polres Tolitoli, harus melakukan olah TKP yang di pimpin Kapolres Tolitoli, AKBP Hendro Purwoko, di dua lokasi pada Selasa (4/2). Pertama di lokasi kebakaran pada Selasa subuh, dan kedua olah TKP lanjutan yang menghanguskan 385 rumah warga.

BACA JUGA :  Berkontribusi Lebih Pascabencana, Huntap adalah Bantuan Terakhir Yayasan Budha Tzu Chi


Olah TKP lanjutkan dilakukan menyusul olah TKP awal sehari sebelumnya yang belum terlaksana maksimal, karena situasi di TKP masih belum memungkinkan. Saat itu, lokasi kejadian masih terasa panas, dan banyak material tajam sisa kebakaran yang masih berserakan.


Dalam perlaksanaan Olah TKP yang berlangsung sekitar dua jam, di lokasi kejadian yang masih dipasangi garis polisi, Tim Identifikasi mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk meminta keterangan kepada korban yang juga menjadi saksi dalam peristiwa kebakaran tersebut.


Hasil Olah Tkp belum dapat disimpulkan saat ini. Tim Identifikasi Polres Tolitoli mengumpulkan seluruh barang bukti, yang sedianya akan dijadikan petunjuk dalam menyimpulkan penyebab kebakaran.

BACA JUGA :  PDI Perjuangan Sulteng Bangun Kantor Baru, Telan Biaya Rp1,8 Miliar


Menurut Kapolres Tolitoli, barang bukti itu akan segera dikirimkan kepada Tim Inafis Polda Sulteng, dan selanjutnya akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor) Polri di Makassar.


“Jadi hari ini kami melakukan olah TKP lanjutan, setelah kemarin kami melakukan olah TKP awal, karena memang belum berani untuk turun, dengan keadaan TKP yang masih panas. Dugaan juga kami belum bisa simpulkan, karena setelah olah TKP, kita kirim hasilnya ke lab. Dari lab baru kita nanti bisa tau apa kesimpulannya,” ujar Hendro Purwoko.


Saat ini terdapat 75 personel Polres Tolitoli diturunkan ke lokasi kejadian untuk membantu korban kebakaran, selama masa tanggap darurat bencana yang telah ditetapkan 14 hari. Mereka akan bertugas untuk mengamankan lokasi kebakaran, mengamankan lokasi pemukiman sementara atau tempat pengungsian, lokasi tempat pengumpulan sembako, serta melakukan pengawalan distribusi sembako agar tepat sasaran. (ifal)

Silakan komentar Anda Disini....