Bandel, Para Pengusaha Sarang Walet di Sigi “Cueki” Perda

Salah satu bangunan penangkaran burung wallet di Kabupaten Sigi. (Foto:MAL)

SIGI, Kabar Selebes – Sejak ditetapkanya Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2014 tentang Pajak Usaha Sarang Burung Walet di Kabupaten Sigi, nyatanya hingga saat ini belum ada pemasukan pajak tersebut ke kas daerah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Sigi Rizal Intjenae saat menghadiri kunjungan kerja anggota DPR Kabupaten Boalemo di ruang sidang DPR Selasa (4/2/2020).

BACA JUGA :  KPU Sulteng Tetapkan 45 Anggota DPRD Sulteng Terpilih

Ia menuturkan bahwa para pengusaha sarang burung walet tersebut selalu mengelak saat ditanyakan tentang pemasukan yang didapatnya. Padahal usaha sarang burung walet di Kabupaten Sigi terbilang ada peningkatan.

“Kita dengarkan sendiri bagaimana penuturan dari para anggota, dimana para pengusaha saat ditanyakan hasil usahanya bilang tidak ada tetapi nyatanya sudah banyak yang mereka hasilkan, ini yang menjadi permasalahan kami yaitu kesadaran dari pengusaha itu sendiri yang masih kurang,” tuturnya.

BACA JUGA :  Sulteng Kekurangan 24 Calon Panwascam

Lanjut kata Rizal tahun ini pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota komisi II untuk mendorong para pengusaha dengan mulai menetapkan perizinan usaha atau IMB, agar tahun ini sudah ada pemasukan pajak usaha sarang burung walet tersebut.

Sementara itu Anggota Komisi II  Abdul Rifai Arif menyayangkan kesadaran para pengusaha yang tidak ingin memberikan sumbangsihnya kepada daerah dari apa yang dihasilkannya. Padahal menurutnya pendapatan daerah tersebut untuk membangun daerah itu sendiri.

BACA JUGA :  Dinsos Kota Palu Libatkan Camat dan Lurah Lakukan Validasi Data Jadub

“Dari data yang saya ketahui, tahun kemarin dari 400 pengusaha burung walet, kini sudah mencapai 450, jadi sangat tidak mungkin usaha ini tidak menghasilkan,” katanya.(Arfiah)

Silakan komentar Anda Disini....