Guru Besar : Jarak Bukan Kendala Guru dalam Pembelajaran di Era 4.0

Peserta seminar nasional yang terdiri dari para guru, pengawas sekolah dan kepala madrasyah di bawah naungan Kementerian Agama foto bersama dengan Rektor IAIN Palu, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd, di Palu, Kamis

PALU, Kabar Selebes – Guru Besar Managemen Pendidikan  yang juga Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu,  Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd mengemukakan jarak tidak harus menjadi kendala guru dalam proses pembelajaran di era industri 4.0.

“Di era 4.0 saat ini, jarak bukan lagi menjadi kendala. Karena sudah tidak logis jika ada guru yang enggan pergi ke sekolah untuk mengajar murid dengan alasan jarak yang jauh. Karena di era ini, jarak bukan kendala guru,” ucapnya.

Hal itu disampaikan pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Agama Sulteng, di Palu, dengan tema “Transformasi Pembelajaran Menyongsong Era Societ 5.0.

Prof Sagaf Pettalongi, dihadirkan oleh Kanwil Kemenag Sulteng sebagai salah satu pembicara dengan materi berjudul “peran perguruan tinggi dalam mencetak guru dalam menghadapi society 5.0”.

Kecanggihan tekhnologi digital yang dilahirkan dalam era revolusi industri 4.0, kata dia, dalam pendidikan sangat menunjang proses pembelajaran baik di dalam kelas atau-pun di luar kelas.

Bahkan, kehadiran tekhnologi digital membuat jarak tak berarti. Sebab, dimanapun dan kapanpun guru dan siswa dapat berinteraksi di dalam maupun di luar kelas.

Olehnya, sebut dia guru/tenaga pendidik harus melek, terbiasa dan mahir serta menggunakan tekhnologi digital, yang merupakan tuntutan atas kebutuhan dalam pendidikan dan proses pembelajaran.

“Maka mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, guru harus bisa menggunakan tekhnologi digital. Apalagi kita akan berdahadapn dengan era 5.0, yang perkembangan tekhnologi digital sangat cepat,” ujarnya.

Ia mengemukakan distribusi sumber pembelajaran berbasis digital, lebih mempermudah proses pembelajaran karena setiap elemen dapat mengoperasikan, memanfaatkan dan menggunakannya kapan dan dimanapun.

“Era 4.0 telah merubah transformasi pembelajaran dari pendekatan tradisional ke dalam model digital dengan pemanfaatan teknologi informasi,” sebut dia.

Lalu, bagaimana dengan peran perguruan tinggi mencetak guru menghadapi era society 5.0 ?. prof Sagaf mengatakan pendidikan berbasis kompetensi menjadi salah satu misi utama perguruan tinggi. Maka, pendekatan teknologi informasi menjadi pilihan utama.

“Perguruan tinggi harus memanfaatkan internet of things (IoT), sehingga komunikasi dalam pendidikan menjadi multi arah. Perlu juga perguruan tinggi memanfaatkan virtual dalam pendidikan, agar dapat membantu mahasiswa memahami teori-teori yang membutuhkan simulasi tertentu sesuai kondisi sebenarnya,” katanya.

Dia menambahkan, perguruan tinggi perlu memanfaatkan artificial intelligence (AI) dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, terutama dalam platform pembelajaran daring. Kemudian, merekonstruksi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan Iptek.

Seminar nasional yang diselenggarakan Kanwil Kementerian Agama Sulteng melibatkan ratusan peserta yang merupakan para guru, pengawas sekolah dan kepala madrasyah di bawah naungan Kemenag.(ifal)

Silakan komentar Anda Disini....