Libatkan Ditpolairud, BKSDA Sulteng Mulai Proses Penyelamatan Buaya Berkalung Ban

Tim BKSDA Sulteng bersama Ditpolairud tengah mempersiapkan proses penyelamatan buaya berkalung ban, Kamis (6/2/2020). Foto: SOBIRIN

PALU, Kabar Selebes – Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Ditpolairud mulai melakukan upaya evakuasi ban motor matic yang melilit leher salah satu buaya muara Palu, Kamis (6/2/2020).

Proses penyelamatan sendiri menggunakan perahun dan Harpun atau alat panjang seperti tombak yang digunakan untuk menangkap ikan atau mamalia laut besar seperti paus. Hal ini dilakukan dengan menusuk buruan, sehingga dapat menggunakan tali atau rantai yang terikat dengan ujung harpun untuk menangkap buruan.

BACA JUGA :  Jelang Pergantian Tahun, Tolitoli Diguncang Gempabumi Berkekuatan 5,1 SR

Kencangnya ombak serta posisi buaya yang selalu perpindahan, menyulitkan tim untuk melaku penyelamatan.

Tim BKSDA Sulteng bersama Ditpolairud tengah mempersiapkan proses penyelamatan buaya berkalung ban, Kamis (6/2/2020). Foto: SOBIRIN

“Kendala kita sangat besar, seperti teman-teman liat sendiri ombak dan posisi buaya yang berpindah-pindah,” kata Kepala Seksi Wilayah Kelas I konservasi BKSDA Sulteng, Haruna di pesisir muara teluk Palu.

Meski belum membuahkan hasil, namun ia tetap optimis dengan teknik penyelamatan ini. Ditegaskannya, tidak ada akan menggunakan sistem tembak bius dalam proses penyelamatan.

BACA JUGA :  Pesepakbola Jepang Hibur Anak Penyintas Korban Bencana di Donggala

“Saya tetap optimis langkah ini bisa berhasil. Kami juga tidak akan menggunakan tembak bius untuk melepaskan ban di leher buaya itu. Karena resikonya terlalu besar, jangan sampai ditembak kemudian buaya itu masuk kedalam air,” tambahnya.

Ditegaskannya juga, pihaknya secara terbuka menerima bantuan dari berbagai pihak. Namun untuk terlibat dalam proses penyelamatan sendiri harus mengikuti seluruh prosedur yang ada.

BACA JUGA :  Bersinergi dengan Semua Pihak, KPU Poso Harap Pilkada 2020 Berjalan Baik

“Kami terbuka untuk siapa yang saja yang ingin membantu, tapi harus sesuai dengan prosedur yang ada. Tetapi saya tegaskan, bahwa tim kami masih mampu untuk menangani masalah ini,” tegasnya.

Selain Ditpolairud, dalam penyelamatan buaya berkalung ban ini juga melibatkan tim dari Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.(Sobirin)

Silakan komentar Anda Disini....