BNN Morowali Gelar Advokasi Anti Narkoba, Taslim: Informasi Penyalahgunaan Harus Secepatnya

Taslim

MOROWALI, Kabar Selebes – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Morowali menggelar kegiatan Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di lingkungan Pemerintah Desa dalam wilayah Kecamatan Bungku Tengah dan Bungku Barat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Morowali, Taslim, yang dilaksanakan di Aula Kantor KPUD Kabupaten Morowali, Kamis (6/2/2020).

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis (6/2/2020) sampai dengan Jumat (7/2/2020). Dihadiri Kepala BNN Morowali Mulyadi, Sekretaris BNN Morowali Nursalam, Camat Bungku Tengah Mohammad Asfar, Camat Bungku Barat, dan para Kepala Desa se-Kecamatan Bungku Tengah dan Bungku Barat.

Pada kesempatan itu, Taslim mengapresiasi BNN Morowali dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Dalam proses pembangunan membutuhkan kondisi yang aman dan kondusif.

“Banyak faktor yang mempengaruhi keamanan, salah satunya Narkoba. Disamping penyumbang angka kematian, juga penyebab meningkatnya kriminalitas di daerah,” jelasnya.

“Dampak lainnya adalah mempengaruhi masa depan generasi muda. Yang ditakutkan adalah berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM),” tambahnya.

Olehnya, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten, dan desa, khususnya para kepala desa dan instansi, termasuk bupati, memiliki tanggung jawab. Terutama dalam melaksanakan proses pembangunan di daerah.

“Kondisi seperti ini akan mempengaruhi semua proses pembangunan yang akan dilakukan ke depan. Olehnya, dibutuhkan kondisi yang aman. Membangun daerah tidak hanya pemerintah, tapi dibutuhkan juga keterlibatan stakeholder,” ungkapnya.

Taslim juga mencontohkan, Majelis Taklim menghimbau agar bagaimana pendidikan agama di sekolah bisa maksimal. Tapi di sisi lain ada sekelompok orang yang sengaja merusak hasil pembangunan.

Sehingga, melalui advokasi tersebut, pemerintah berharap, bagaimana proses pembangunan dimasukkan ke dalam program kegiatan Pemda. Dibuat kebijakan dalam proses pembangunan yang berwawasan anti Narkoba.

“Terpenting adalah pemberian informasi penyalahgunaan Narkoba harus secepatnya, agar Pemerintah Daerah dapat mengambil langkah penting dalam mengatasi masalah Narkoba,” tutupnya. (Ahyar)

Silakan komentar Anda Disini....