Save the Children Sampaikan Program Lewat Festival dan Pameran

Bupati Donggala, Kasman Lassa dan rombongan disambut tarian penyambutan pada Festival dan Pameran Pelaksanaan Program Save the Children di Donggala

DONGGALA, Kabar Selebes – Selama lebih dari satu tahun, Save the Children di Indonesia telah melakukan respon tanggap darurat bencana di Kabupaten Donggala, Sigi dan Kota Palu.

Seluruh informasi program penanganan bencana yang telah dilaksanakan Save The Children khususnya di wilayah Kabupaten Donggala, ditampilkan dalam festival dan pameran seluruh program yang telah dicapai yang di laksanakan di Desa Lompio, Kecamatan Sirenja, Donggala.

Disela-sela pameran, Kepala Kantor Save the Children Kabupaten Donggala, Wiwied Trisnadi mengatakan, sejauh ini pihaknya telah membangun lebih dari 400 hunian sementara, di Kecamatan Balaesang Tanjung, Balaesang dan Sirenja.

Kemudian, 62 ruang belajar sementara, 13 ruang bermain anak 15 ruang belajar telah mendapatkan perbaikan berat (retrofitting) dan 21 sekolah telah mendapatkan perbaikan ringan ruang kelas.

“Selanjutnya kami akan meneruskan penyelesaian 15 sekolah rehab sedang,” terangnya.

Selain itu, kata Wiwid pihaknya juga telah memberi jaminan hidup kepada 6.290 kepala keluarga pada awal bencana di tiga kecamatan setempat.

“Besarannya satu keluarga mendapat 1,5 juta rupiah,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, Save the Children sudah memulai program rehab mata pencaharian warga terdampak bencana dengan memberikan bantuan kepada kurang lebih 40 kelompok nelayan.

Bantuan yang diberikan berupa perahu dan mesin, alat tangkap. Sedangkan bantuan untuk kelompok tani berupa hand tractor, bibit dan alat semprot.

Tidak hanya itu, lembaga yang fokus pada kerja-kerja kemanusiaan ini juga memberikan bantuan kepada anak-anak muda yang putus sekolah, dengan memberikan pelatihan tata boga, tata busana, salon, montir dan bengkel.

“Pelatihan itu, kami berikan kepada kurang lebih 250 anak dan saat ini masih terus berproses agar anak-anak ini tetap mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih baik,” jelasnya.

Acara festival dan pameran itu juga dirangkaikan dengan pemberian pelayanan administrasi kependudukan secara gratis bekerjasama dengan Dukcapil Donggala.

“Kami memberi layanan pembuatan akte kelahiran, kartu keluarga dan kartu KIA secara gratis dan saat ini layanannya masih terus berjalan dimulai dari kemarin hari ini, hingga besok,” ujarnya.

Dari sisi kesehatan dan gizi pihaknya juga melatih kader-kader posyandu, kemudian memberikan voucher makanan segar dan sehat kepada sekitar 500 ibu hamil.

“Pemberian makanan sehat bagi ibu hamil ini kami bekerjasama dengan vendor-vendor di tingkat nasional. Jadi ibu-ibu hamil bisa menukarkan kuponnya dengan makanan sehat,” terangnya.

Tujuannya, kata dia, untuk mengatasi kekurangan gizi pada bumil dan bayi. Ia berharap Save the Children masih terus bekerja minimal sampai akhir tahun 2020 mendatang.

“Kami berharap bisa bekerja lebih panjang waktunya untuk memberikan pelayanan lebih baik, baik bagi anak-anak, keluarga dan seluruh masyarakat di Kabupaten Donggala,” harapnya.

Terkait dengan acara festival dan pameran, Wiwied mengatakan, acara itu digelar sebagai bentuk ucapan terima kasih Save the Children kepada Pemerintah, Lembaga, Masyarakat serta anak-anak yang selalu berkomitmen dan menjaga semangat membangun ketangguhan selama lebih dari satu tahun.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat terutama anak–anak yang selalu memiliki semangat untuk terus bangkit dari bencana yang telah menimpa,” ucapnya.

“Hari ini kita dapat menyaksikan bahwa masyarakat donggala telah bangkit dan Tangguh,” kata Wiwied.

Sebagai informasi, festival dan pameran itu dihadiri ribuan warga Donggala mereka sangat antusias, sejak siang mereka sudah membanjiri lokasi festival yang digelar tidak jauh dari pesisir pantai.

Pameran dan festival itu dirangkaikan dengan sejumlah perlombaan mulai dari lomba mewarnai, menulis cerita, susun lego, stand up comedy bahkan ada kuis berhadiah dan senam cuci tangan. Suasana pun semakin meriah.

Save the Children di Indonesia merupakan identitas merek dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang terdaftar sesuai dengan Keputusan Kementerian Hukum dan HAM No. AHU.01712.50.10.2014.

Save the Children di Indonesia merupakan bagian dari gerakan global Save the Children Internasional yang bekerja memperjuangkan hak-hak anak di lebih dari 120 negara di dunia.

Save the Children percaya setiap anak tidak terkecuali layak menyongsong masa depan. Di Indonesia dan di seluruh dunia, mereka memastikan kesehatan anak anak sejak dini, kesempatan untuk belajar dan perlindungan terhadap bahaya.

“Kami melakukan apa pun untuk anak-anak – setiap hari dan di saat krisis – untuk mengubah hidup mereka dan masa depan,” kata Wiwied.

“Program kami fokus pada kesejahteraan anak yang mengintegrasikan lintas sektor termasuk pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, kemiskinan dan tata kelola hak anak, serta respon situasi bencana.” tambahnya.

Ditempat yang sama, Bupati Donggala Kasman Lassa mengapresiasi semua program yang telah dilaksanakan Save the Children di Wilayah Donggala khususnya di tiga kecamatan tersebut.

Ia sangat berterimakasih atas kebersamaan Save the Children kurang lebih 15 bulan telah berperan aktif dalam upaya pemulihan bencana di Donggala. (Sarifah Latowa)

Silakan komentar Anda Disini....