Berikan Kesempatan Beradaptasi Kembali, Operasi Penyelamatan Buaya Belum Dilanjutkan

Hasmuni Hasmar

PALU, Kabar Selebes – Operasi penyelamatan seekor buaya muara di sungai Palu yang terlilit ban sepeda motor di lehernya, hingga hari ini belum dilanjutkan. Operasi yang melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Satwa, di bawah kendali Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah, masih dihentikan sementara waktu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BKSDA Sulteng, Hasmuni Hasmar, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Senin (24/2), setelah merebaknya kabar ada warga asing yang kembali mendapat izin untuk melakukan penyelamatan buaya berkalung ban.

Menuru Hasmuni Hasmar, Satgas yang bentuk BKSDA Sulteng, masih tetap bekerja hingga saat ini.  Namun untuk melakukan kegiatan lapangan, pencarian buaya berkalung ban di Sungai Palu, masih belum dilakukan.

Buaya berkalung ban yang hendaknya ditangkap tim Satgas untuk diselamatkan, sementara waktu dibiarkan melakukan pemulihan. Buaya  berkalung ban itu diberi jedah waktu untuk beradaptasi kembali dengan habitatnya, tanpa merasa terganggu.

“Karena buaya itu beberapa kali menjadi buruan, takutnya sang buaya menjadi terganggu dan menyerang manusia. Sehingga itu kita beri dia jedah waktu,” ujar Hasmuni Hasmar.

Kelanjutan operasi penyelamatan buaya berkalung ban, hingga saat ini masih menunggu laporan dari Tim BKSDA yang melakukan pemantauan kondisi di lapangan.

“Setelah laporan tersebut sudah masuk semua, baru kita tentukan kapan kita akan turun kembali untuk menyelamatkan buaya  berkalung ban tersebut,” terang Hasmuni Hasmar.

Banyaknya warga yang menyaksikan buaya berkalung ban muncul, hingga saat ini masih menjadi kendala bagi tim BKSDA Sulteng, untuk bekerja maksimal. (ifal)

Silakan komentar Anda Disini....