KPAP El Capitan Indonesia Ajak Masyarakat Parigi Kenal Mangrove Lebih Dekat

PARIGI, Kabar Selebes – Memperingati hari strategi konservasi se dunia yang jatuh setiap tanggal 6 Maret, kelompok Pecinta Alam dan Petualangan (KPAP) El Capitan Indonesia, melalui kegiatan menanam mangrove mengajak masyarakat pesisir Parigi Moutong mengenal manfaat dan jenis-jenis  tanaman mangrove.

Kegiatan yang diikuti oleh 10 perwakilan Kelompok Pecinta Alam (KPA) di daerah Parigi Moutong ini, mengambil tempat di Kelurahan Maesa Pantai, Kecamatan Parigi, yang merupakan daerah lebat ditumbuhi mangrove.

BACA JUGA :  Gubernur Sulteng Bagi Rp.100 Juta Hagala Lebaran Untuk Warga

Sesuai dengan tema kegiatan “Petik Tanam dan Rawat”, peserta yang hadir diajak untuk menanam dan merawat bibit mangrove yang telah ditanam di sekitar pantai Maesa.  

Ketua El capitan Mizwar mengatakan, sebelum menanam peserta terlebih dahulu diberi pengetahuan tentang  jenis-jenis tanaman mangrove yang ada di pantai, baru kemudian  dipetik untuk ditanam dan kemudian dirawat.

BACA JUGA :  Lari dari Tahanan, Wanita Terdakwa Narkoba Diciduk di Luwuk

“Untuk perawatan nantinya akan dilakukan monitoring seminggu sekali” Ungkap ia saat dihubungi pada Jum’at (06/03/2020).

Mizwar juga mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kegunaan tumbuhan mangrove kepada masyarakat pesisir. Selain digunakan untuk penghijauan dan kebutuhan sehari-hari, mangrove juga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan bahan makanan pokok.  

“Buahnya bisa digunakan membuat Jus dan pengganti nasi sebagai bahan makanan pokok masyarakat,” lanjut Itaz sapaan akrab Ketua El Capitan periode 2019-2021 ini.

BACA JUGA :  Dituduh Hoaks, Perekam Video Teriakan Korban Tsunami di Palu Perlihatkan Keasliannya

Melalui peringatan hari konservasi Internasional ini, salah satu kelompok pecinta alam di Parigi Moutong ini berharap,  dengan memberi pengenalan tentang fungsi mangrove kepada masyarakat pesisir, mangrove bisa lebih dimanfaatkan untuk kebutuhan ekonomis selain hanya ditebang untuk kayu bakar dan digunakan sebagai perangkap ikan.

“Jika ditebang terus tanpa dirawat, bisa-bisa nanti tanaman mangrove mengalami kerusakan, kenapa tidak jika digunakan untuk kebutuhan ekonomis untuk bisa dirawat dalam jangka Panjang,” kata mizwar (Adi Pranata)

Silakan komentar Anda Disini....