Dayo Pue Pasu, Makam di Laut yang Terlupakan

oleh -
Dayo Pue Pasu atau Makam Pue Pasu yang berada di laut masih menjadi misteri.(Foto:Nur Safira Sari)

PALU, Kabar Selebes – Menjelajahi Kota Palu belum lengkap tanpa mengeksplor destinasi wisata cagar budaya pantai. Salah satu yang menarik dari sekian banyak destinasi wisata pantai di Palu adalah makam yang terletak di laut.

Makam itu adalah Dayo Pue Pasu yang terletak di Kelurahan Watusampu Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sesuai dengan namanya, Dayo Pue Pasu dalam bahasa lokal dayo adalah makam, sementar Pue Pasu adalah seorang tokoh lokal yang sangat dikramatkan.

Dayo Pue Pasu atau Makam Pue Pasu yang berada di laut masih menjadi misteri.(Foto:Nur Safira Sari)

Makam ini dikeramatkan oleh penduduk sekitar, karena dipercaya mempunyai kekuatan magis dan juga mengandung nilai historis tinggi.

Dayo Pue Pasu ini terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai cagar budaya. Oleh pemerintah dan masyarakat setempat, Dayo Pue Pasu ini dijadikan salah satu obyek wisata pantai, karena keunikannya dimana ada makam di laut.

Sayangnya, keberadaan cagar budaya Makam Pue Pasu ini tidak terawat dengan baik. Pantauan media ini, banyak sampah berserakan di mana-mana serta beberapa bangunan yang terletak tak jauh dari makam juga tidak terawat.

Seperti dikutip dari website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pue Pasu bernama asli “Pue Tanggu Lemba” dilahirkan di Gianggunau atau Gi Sadangkanjai. Selama tiga hari setelah kelahirannya tali pusatnya belum juga dipotong karena ibundanya meninggal dunia bertepatan dengan kelahirannya. Sehingga dibawalah beliau ke Gunung Loli tepatnya di Kounda tempat tinggal paman beliau yang bernama Pue Mporuku yang bernama asli Raja Ntana untuk memotong tali pusat beliau.

Disitulah beliau tinggal sampai dewasa bersama keluarganya dan masyarakat yang bermukim di wilayah gunung Loli dan Lore Bau. Semasa hidupnya beliau adalah seorang pelaut yang yang peduli kepada nTodea (orang banyak). Pue Pasu dikenal sebagai seorang yang memiliki kesaktian.

“Yaitu dapat mengendalikan atau mengalihkan tsunami dan bahaya lainnya di Laut,” demikian cerita warga setempat.

Pue Pasu selain kesaktiannya tersebut juga dipercaya oleh masyarakat sebagai seorang yang memiliki keahlian dalam menentukan hari menanam yang tepat untuk meraih hasil panen melimpah. Karena kesaktiannya itulah beliau dikenal luas oleh masyarakat.

Hingga saat pue Pasu meninggal dunia kesaktian di masa hidupnya masih melekat pada makamnya. Makam Pue Pasu diyakini masyarakat setempat sebagai makam yang menjadi penangkal tsunami atau bahaya lain dari laut. Makam Pue Pasu bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

“Biasa menghilang dan akan muncul kembali di tempat yang sama saat peristiwa yang berbahaya itu usai. Jika makam beliau tiba-tiba menghilang berarti makam meminta ritual tertentu yang berdasarkan pengalaman turunannya ritual yang diminta akan diberitahu lewat mimpi,” cerita Arief, warga Watusampu.

Sayang, saat tsunami akibat gempa berkekuatan 7,4 SR tanggal 28 September 2018, wilayah ini juga ikut terdampak. Hantaman gelombang tsunami juga turut menyapu pantai Kelurahan Watusampu bahkan juga makam ini. Mistisnya, seluruh bangunan di bibir pantai rusak dan hilang disapu tsunami, tapi tidak dengan Dayo Pue Pasu. Makam ini masih berdiri kokoh dan tidak rusak. Wallahu A’lam. (Nur Safira Sari/SMKN 2 Palu)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 289 times, 1 visits today)