Dua PDP Corona di RSUD Undata Palu Berjenis Kelamin Wanita

oleh -
Direktur RSU Undata Palu Komang Ady Sujendra (tengah) didiampingi Wadir RSU Undata dr. Amsyar Praja dan , ketua tim Dokter penanganan kasus Corona di RSU Undata dr. Eva Yunita Widiastuti saat memberi keterangan pers Minggu (15/3/2020).(Foto:Adi Pranata)

PALU, Kabar Selebes – Direktur RSU Undata Palu Komang Ady Sujendra membenarkan bahwa kini ada dua orang pasien yang tengah dirawat di ruang isolasi RSU Undata, dengan dugaan terkena virus corona (COVID-19).

“Kedua pasien hampir bersamaan datang, Satu pasien rujukan dari rumah Sakit BK dan tidak lama berselang masuk lagi satu orang rujukan dari rumah sakit Budi Agung pada hari sabtu malam kemarin,” ungkap Komang Minggu (15/3/2020).

Warga Palu yang tengah dirawat ini, diketahui berjenis kelamin perempuan. Satu rujukan dari Rumah Sakit BK berumur 62 dan Rujukan dari RS Budi Agung berumur 16 tahun.

Berdasarkan prosedur penanganan pasien, rumah sakit Undata kini menetapkan kedua pasien sebagai PDP atau Pasien Dalam Pengawasan

Dokter Adi menjelaskan, pasien yang berumur 16 tahun mengalami gejala panas dan kondisinya sementara sudah berangsur membaik. Sementara untuk pasien yang berumur 62 Tahun mengalami gejala, demam, batuk dan panas.

Pihak rumah sakit mengakui guna mengetahui pasien positif corona atau tidak, pihaknya akan mengambil sampel kedua pasien tersebut terlebih dahulu, kemudian akan dikirim langsung ke Balai Pengawasan kesehatan Jakarta untuk diperiksa.

Sejalan dengan hal itu, ketua tim Dokter penanganan kasus Corona di RSU Undata dr. Eva Yunita Widiastuti mengungkapkan, sampel pasien akan diambil oleh Labkesda.

“Kami sudah melakukan konfirmasi dengan dinas kesehatan bersama Labkesda dan sampel pasien akan diambil hari ini,” ujarnya.

Untuk hasil pemeriksaan laboratorium yang akan dikirim ke Jakarta, pihak rumah sakit belum dapat memastikan kapan hasilnya akan diketahui.

“Kalau dikirim hari ini harusnya sudah sampai esok hari untuk diperiksa di Jakarta, harapannya secepatnya hasilnya dapat diketahui,” ungkap dokter Eva.

Sementara itu kontak terakhir atau tracking kedua pasien yang tengah dirawat saat ini, pihak rumah sakit mengatakan  hal tersebut akan dikonfirmasi tersendiri oleh dinas kesehatan dan pihaknya telah melakukan kordinasi dengan Dinkes.

“Ada tim Surveylance sendiri dari dinas kesehatan yang akan melakukan sesuai dengan SOP-nya,” lanjut dia.

Pada kesempatan itu dokter Eva juga menjelaskan, tahapan prosedur dan penanganan status pasien yang terindikasi corona.

“Ada namanya pasien  ODP atau Orang Dalam Pemantauan. Dalam hal ini ODP dipantau oleh dinas kesehatan selama 14 hari, sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirawat oleh rumah sakit diruang Isolasi. Jadi secara prosedur tidak ada kriteria suspect tapi PDP dan ODP,” tandasnya.(Adi Pranata)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 81 times, 1 visits today)