Sejumlah Pedagang Emas di Palu Mengeluh, Harga Emas Naik, Pengunjung Berkurang

  • Bagikan

PALU, Kabar Selebes – Penyebaran virus Corona atau Covid 19 berdampak pada pedagang emas yang ada di Kota Palu. Sejumlah pedagang emas di Kota Palu mulai mengeluh karena sepi pembeli. Penyebab lain adalah harga emas melonjak naik membuat para pembeli enggan membeli emas.

Menurut Agus, pemilik Toko Emas Kencana di Pasar Bambaru Palu Barat, bahwa jumlah transaksi hingga saat ini mulai berkurang akibat naiknya harga emas.

Dirinya juga mengungkapkan dengan  adanya virus Corona yang melanda Indonesia membuat aktivitas ekonomi semakin tidak baik khususnya di penjualan emas.

Ia mengatakan masyarakat kaget ketika menanyakan harga emas sekarang yang sudah hampir tiga minggu mengalami kenaikan. Saat inui, para pedagang emas hanya mengikuti perkembangan pasar emas dunia sesuai kurs dolar.

“Yang kasih naik bukan kita, memang dari pusat sudah begitu, kami hanya mengikuti saja perkembangan harga. Tapi, kalau harga puncak mulai turun sedikit emas murni Rp30-Rp40 ribu,” kata Agus Jumat(19/3/2020).

Saat ini harga emas yang dijual para pedagang di pasar Bambaru cukup bervariasi. Seperti emas 22 sekitar Rp675 per gram  dan emas 23 kurang lebih dikisaran Rp780 per gram.

“Masyarakat yang jual maupun membeli saya lihat sama saja tidak menentu. Dan belum bisa kami prediksi menjelang ramadan dan idul fitri terkait emas,” jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan, Roby Pemilik Toko Emas Bahagia. Dirinya mengakui pembelian masyarakat sudah terlihat sepi sejak awal tahun. Ditambah lagi, dampak akibat virus Corona membuat pembeli semakin kurang. 

“Kita tinggal mengharap bulan ramadhan dan idul fitri.  Biasa masyarakat kembali ramai di waktu itu, intinya kami optimistis dengan penjualan ke depan,”terangnya. (abd/rkb)

Laporan: Rifaldy Kalbadjang

.

.

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan