Dampak Covid-19, Harga Bahan Pokok Naik di Poso Naik, Warga Keluhkan Elpiji 3 Kg Langka

oleh -

POSO, Kabar Selebes – Dampak dari virus corona atau Covid-19, sejumlah bahan pokok di wilayah Kabupaten Poso, Sulteng mengalami kenaikan harga, hal ini pun membuat sejumlah pembeli mengeluh.

Kenaikan harga bahan pokok yang menonjol semisalnya gula pasir yang awalnya seharga Rp 12 ribu perkilonya, kini naik menjadi Rp 18 ribu. Harga beras perkilonya seharga Rp 10 ribu pun naik menjadi Rp 11 ribu, dan perkarungnya mengalami kenaikan dari Rp 450 ribu menjadi Rp 550 ribu.

Tak hanya itu, harga bahan pangan yang merangkak naik lainnya seperti harga telur ayam ras sebelumnya Rp 40 ribu per rak, kini mengalami kenaikan seharga Rp 47 ribu.

Salah satu pemilik warung makan di Poso, Mariati menyampaikan, jika kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Poso berdampak pada sepinya pembeli yang dirasakan.

“Betul Pak harga bahan-bahan naik jadi mahal pas ada virus corona ini, warung makan saya pun jadi sepi pembeli,” ucapnya kepada wartawan Rabu (1/4/2020).

Mariati berharap, ada peran dari Pemerintah terkait untuk menstabilkan harga bahan pokok yang sudah merangkak naik.

Tak hanya mengeluhkan harga bahan pokok naik, warga pun mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpigi 3 Kg.

Nurhayati warga Jalan Monginsidi, Kelurahan Bonesompe mengatakan, akibat sulitnya mendapatkan elpigi 3 Kg ia terpaksa harus menutup warung makanannya.

Nurhayati sendiri selama ini berprofesi sebagai pedagang kecil makanan nasi kuning di wilayah Monginsidi.

“Susah Mas Ryan dapat gas le, bagaimana mau bamasak, jadi saya te bajual dulu le,” keluhnya.

Warga lainnya Ibu Reski juga mengeluhkan hal yang sama, akibat tidak mendapat gas elpigi 3 Kg ia terpaksa dalam dua hari terakhir hanya membeli makanan yang tersedia di warung.

“Susah dapat gas Pak, saya tidak memasak terpaksa beli makanan yang jadi saja, kalau begini terus habis uang saya Pak,” ungkapnya.

Untuk diketahui adanya virus corona atau Covid-19, sejumlah warga mengakui sangat berdampak dengan masalah ekonomi, ini diakibatkan adanya himbauan negara untuk masyarakat terkait sosial distancing dan physical distancing.(abd/rdm)

Laporan : Ryan Darmawan

Silakan komentar Anda Disini....