Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor Meninggal Dunia di Makassar, Ini Penyebabnya..

Aptripel Tumimomor semasa hidupnya

PALU, Kabar Selebes – Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor dikabarkan meninggal dunia hari Kamis (2/4/2020) sekitar pukul 22.30 Wita. Ipe-sapaan akrabnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo Makassar, Sulawesi Selatan.

Seperti dikabarkan MetroSulteng.com, kabar duka ini pertamakali disampaikan oleh adik Bupati Vivin Tumimomor dari Makasaar melalui akun facebooknya.

” Selamat jalan kakaku, engaku sudah tidak merasakan sakit lagi,” kata Vivin.

Sebelum wafat, Aptripel mengalami gejala sakit pada Rabu (1/4/2020). Lalu dirawat di RSU Kolonodale, setelah itu dirujuk ke Makassar.

Bahkan, Direktur RSUD Kolonodale dan dr.Daniel Kamis pagi sempat mengadakan konferensi pers terkait kondisi kesehatan Bupati Aptripel Tumimomor.

Keterangan yang diperoleh dari dr.Daniel yang menangani kesehatan bupati, menyebut kronologis mulai dari awal kondisi kesehatan bupati.

Ia mengatakan, sehari sebelum dibawa ke RSUD Kolonodale yakni tanggal 31 Maret 2020 bupati mulai merasakan sakit.

Lalu ia berkesempatan bergegas kerumah jabatan bupati melakukan pemeriksaan, hasilnya diparu-parunya ada cairan, dengan bersamaan melakukan rapid rest untuk memastikan jika terjangkit Covid-19, namun hasilnya negatif, kata dr.Daniel.

Lebih jauh penjelasan dr.Daniel yang menangani kesehatan bupati Morut, saat itu, Ia sarankan kepada bupati untuk rawat inap di RSUD Kolonodale.

Namun nupati minta untuk sementara dirawat dirumah dulu sambil menunggu perkembangan kesehatannya.

“Sementara tindakan yang diambil hingga pukul 20.00 wita tetap kita therapy, berikan obat dan dibantu dengan oxigen,” katanya.

Keesokan harinya pada Rabu tanggal (1/04/2020) pukul 06.30 dr. Daniel kembali ke Rujab untuk melakukan pemantau perkembangan kondisi bupati.

Setelah diperiksa lagi, ternyata cairan dalam paru-parunya bertambah, sehingga kami memutuskan untuk dirawat inap di RSUD Kolonodale diruang ICU untuk pemeriksaan lebih lanjut yang intensif, dan melakukan diagnosis klinis, ronsen dan pemeriksaan darah, hasilnya banyak cairan di paru-paru kiri dan kanan hingga 3/4 lapang paru-paru atau uden paru akut yang kemungkinannya, ada dua kemungkinan, mungkin karena jantung atau mungkin bukan karena jantung atau mungkin karena inveksi, sementara fungsi darah baik, fungsi ginjal baik dan lainnya juga stabil.

Tak hanya sampai disini, dr.Daniel juga mengatakan, pada Rabu (1/04/2020) selama pemantauan kondisi kesehatannya mulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 wita diputuskan dengan berkonsultasi dengan pihak manajemen RSUD Kolonodale, Pemda bersama pihak keluarga untuk dirujuk ke Makassar

“Dan hari itu juga sekitar pukul 16.00 Wita, bupati diberangkatkan ke Makassar dengan ambulance,

Sementara menurut Kadis kesehatan Morowali Utara, Delnan, informasi yang ia terima Kamis (2/4) dini hari pukul 05.00 (2/04/2020) ambulance yang mencatat bupati tiba di Makassar di RS.Siloam lalu berapa saat kemudian di bawa ke RS.Wahidin untuk penanganan medis yang lebih intensif untuk ditindak lanjuti.

Delnan mengatakan, bahkan sejak meninggalkan Kolonodale kondisi Bupati stabil hingga dalam perjalanan sampai kem

Mangkutana, bahkan kabarnya ia duduk dalam ambulance.

Kata Delnan meneriman informasi kondisi bupati dalam perjalanan mengambil rute Kolonodale-Pendolo-Mangkutana-Palopo dan tiba dengan selamat di Makassar.(abd/mts)

Sumber : MetroSulteng.com

Silakan komentar Anda Disini....