Mulai Waspada Penyebaran Covid-19, Kota Palu Lengang

oleh -
Suasana pasar Inpres Manonda Palu (Foto: Adi Pranata)

PALU, Kabar Selebes – Pasca diumumkannya pasien COVID-19 di Sulawesi Tengah untuk pertama kali, berbagai upaya dilakukan pemerintah mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan menghindari kerumunan.

Tak hanya pemerintah, berbagai komponen masyarakat juga senantiasa berkampanye melalui media sosial, mengajak agar berdiam diri di rumah guna memutus mata rantai penyebaran covid-19. Salah satu contohnya ialah kampanye yang tersebar dikhalayak ramai, dengan adanya imbauan agar masyarakat tak keluar rumah selama dua hari (10-12 April) yang marak tersebar di media sosial pada hari Kamis (9/4/2020).

Pertokoan Hasanuddin Palu yang terlihat sepi. (Foto: Adi Pranata)

Meskipun tak ada keterangan resmi dari pemerintah, banyak masyarakat kota Palu yang hendak turut serta melakukan gerakan tersebut. Isu pasar dan juga sejumlah tempat umum lainnya tutup lantas menjadi kabar lainnya yang masif tersebar. Isu tersebut membuat masyarakat khsusnya ibu-ibu menjadi panic buying. Terbukti dengan hari Kamis (09/04) sore berjubelnya pembeli di Pasar Manonda Kota Palu. Bapak Tato salah satu tukang becak di pasar tersebut mengaku kaget dengan keramaian yang tak seperti biasanya terjadi.

“Saya ta kaget, kenapa so penuh ini pasar padahal belum juga lebaran,” ujarnya saat ditemui selagi duduk manis di gerobaknya menanti pelanggan bersama tukang becak lainnya Sabtu (11/04/2020).

Salah satu jalur utama Kota Palu.(Foto: Adi Pranata)

Meski  Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu telah mengeluarkan pengumuman Nomor 299/KDP.23/PSR/IV/2019 memastikan masyarakat bahwa aktivitas perdagangan tetap berjalan seperti biasa, masyarakat terlanjur salah menangkap informasi dan memilih berbelanja pada Kamis sore dengan jumlah yang banyak.

Dengan adanya panic buying pada hari Kamis sore, menurut pantauan kabarselebes.id, sejumlah pasar di Kota Palu pada hari Sabtu nampak sepi dan tak ramai seperti biasanya. Hanya segelintir masyarakat yang datang untuk berbelanja.

Hal ini lantas berdampak pada pemasukan pedagang disejumlah pasar. Menurut keterangan Ibu Mary salah satu pedagang di Pasar Manonda, sudah dua hari belakangan dagangannya sepi dari pembeli akibat adanya panic buying.

So sepi pembeli dari kemarin, so te ada laku lagi dagangan,” resahnya.

Tak hanya pasar yang sepi dari keramaian, pusat perbelanjaan di pertokoan Hasanudin pada Sabtu ini terpantau sepi dari pengunjung. Imbasnya, beberapa toko terpantau tutup lantaran sepinya pengunjung dalam beberapa hari belakangan.

Demikian juga dengan tempat lainnya di Kota Palu yang biasa ramai pada hari libur kini nampak sepi. Tempat rekreasi Hutan Kota salah satunya, menurut pantauan Tim kabarselebes.id pada sabtu sore, tempat tersebut tampak sepi tak ada satupun pengunjung yang datang.

Menurut Ikdham, salah satu fotografer di tempat tersebut, semenjak adanya virus corona tempatnya biasa mengambil gambar menjadi sepi dari pengunjung. Hal ini juga berdampak pada pemasukannya sebagai jasa fotografer.

“Ya biasanya cukup untuk makan, belakangan malah tidak ada sama sekali,” kata dia.

Walikota Palu Hidayat sebelumnya juga telah mengeluarkan imbauan, para pedagang tetap diizinkan berjualan tapi dengan ketentuan sehabis belanja langsung pulang. Meski demikian nampaknya sejumlah pedagang khususnya PKL, lebih memilih untuk menutup dagangan mereka.  Salah satunya di Jalan Emy Saelan (Depan Yonif 711), jika biasanya tempat tersebut ramaikan oleh masyarakat yang ingin berjajan, pada sabtu sore tak ada satupun pedagang yang membuka dagangan mereka di tempat tersebut.

Meskipun sejumlah tempat sepi dari biasanya, beberapa ruas jalan di Kota Palu masih terpantau ramai lancar dari masyarakat yang berlalu lalang di jalanan khususnya di sekitaran Jalan I Gusti Ngurah Rai. (abd/ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 227 times, 1 visits today)