Pemuda Muslim Indonesia Desak Kapolda Sulteng Bentuk Tim Pencari Fakta Kematian Qidam Alfariski

  • Bagikan
Syaril Rachman, ketua DPW PMI Sulteng

PALU, Kabar Selebes – Kematian pemuda berusia 20 tahun di Desa Tobe Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso hingga kini masih menuai simpati dari sejumlah pihak. Qidam yang sehari-hari bekerja di SPBU Tambarana itu tewas ditembak di belakang Polsek Poso Pesisir Utara setelah pihak kepolisian menyangka dia adalah jaringan teroris.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah menyebut, tewasnya Qidam akibat ditembak polisi karena disangka teroris, mencederasi azas praduga tak bersalah.

DPW PMI Sulteng bahkan menyebut aksi itu sebagai aksi premanisme yang menujurus ke pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Oleh karena itu, berangkat dari peristiwa tersebut Pemuda Muslim Sulawesi Tengah dengan ini menyatakan pihak berwenang untuk mengusut tuntas kematian Qidam Alfariski Mosance. Kami juga mendesak Kapolres Poso untuk segera memberikan keterangan resmi dan pernyataan sikap atas tewasnya Qidam Alfariski Mosanceitu dan mendesak Kapolda Sulawesi Tengah untuk mengusut secara mendalam dan membentuk tim pencari fakta atas peristiwa tersebut,” kata Syaril Rachman, ketua DPW PMI Sulteng, Minggu (12/4/2020).

DPW PMI Sulteng juga mendesak Polri untuk transparan dan menegakkan hukum secara adil bagi setiap warga negara. Mereka juga mendesak Badan Intelegen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) untuk transparan memberikan pernyataan terhadap perkembangan jaringan teroris di Sulawesi Tengah.

“Kami mengimbau kepada tokoh agama, tokoh pemuda dan elemen masyarakat Sulawesi Tengah untuk mengawal kasus tewasnya Qidam Alfariski Mosance,” tandanya.(abd/rls)

Laporan : Abdee Mari

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan