9.552 Hektar Padi Sawah dan Ladang di Morut Siap Dipanen

MORUT, Kabar Selebes –  Kabupaten Morowali Utara (Morut) dipastikan tidak akan kekurangan pangan selama tahun 2020. Ribuan hektar sumber pangan beras di wilayah itu akan segera dipanen.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Morut, Alwun Lasiwua mengatakan, saat ini terdapat 9.552 ha sumber bahan pangan beras di Morut siap dipanen hingga bulan Juli 2020. Jumlah itu terdiri dari 7.317 padi sawah dan 2.235 ha padi ladang, yang tersebar di 10 kecamatan.

BACA JUGA :  Sekda Morut Serahkan Piala, Luwu Timur Juara Tomori Airsoft Competition CQB

“Data ini berdasarkan laporan LLT (Luas Tambah Tanam) padi dari seluruh PPL di Morut sejak januari hingga awal April 2020. Sejak bulan Januari hingga Maret sudah dilakukan panen dengan luasan yang cukup besar di kecamatan Soyojaya,” kata Awlun Lasiwua, Selasa (14/4/2020).

Sejak Januari hingga Maret kata Awlun, total luasan yang dipanen untuk padi sawah 383,9 ha dengan produktivitas rata rata 3,8 ton/ha dan padi ladang 259 ha dengan produktivitas rata2 2,5 ton/ha.

BACA JUGA :  Bupati dan Wabup Morut Perkuat Kesebelasan Pemda Melawan Morowali

“Panen padi sawah terbesar dimulai mei 2020 sedangkan untuk padi ladang panen terbesar pada bulan April ini, yang tersebar di beberapa kecamatan utamanya di kecamatan Bungku Utara dan Mamosalato,” lanjut Awlun.

Di tengah pandemi covid 19 ini kat Awlun, pertanian tidak boleh berhenti untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat walaupun anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah tapi petani tetap harus menanam.

Dengan pembatasan masuk keluar nya bahan pangan, saat ini pasokan beras berdasarkan laporan panen masih berasal dari kecamatan soyojaya. Namun pada awal bulan mei luasan panen meningkat secara signifikan dan puncaknya pada bulan Juli untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal.

BACA JUGA :  Detik-Detik Evakuasi 3 Anggota Tim SAR yang Hilang di Morowali Utara

“Hingga saat ini, hampir semua proses penanaman padi sawah di wilayah Morut hampir tuntas. Tinggal beberapa wilayah seperti Petasia Barat, dan Petasia Timur setelah surut banjir di wilayah ini, proses pengolahan baru akan dimulai,” tandasnya.(abd/et)

Laporan : Abdee Mari

Silakan komentar Anda Disini....