Anggota DPRD Palu Hidupkan Lagi Mesin Daur Sampah untuk Tingkatkan Ekonomi Warga

PALU, Kabar Selebes – Pandemi Covid-19 tidak dapat dipungkiri telah berdampak terhadap seluruh sektor, tidak terkecuali perekonomian. Tingkat pengangguran pun terus meningkat di seluruh pelosok negeri, tanpa terkecuali Kota Palu.

Bermodalkan semangat dan mesin pendaur sampah plastik bantuan Pemerintah Kota, yang terabaikan selama 8 tahun, Andris, salah satu anggota DPRD Kota Palu, menginisiasi kembali pengoperasian mesin itu dengan memberdayakan kalangan remaja.

Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu, telah dilakukan sejak tiga bulan terakhir. Meski diawalnya mulai menunjukkan hasil baik. Namun ibarat pepatah mengatakan, ‘tak ada nelayan hebat yang lahir dari lautan tenang’. Kini usaha yang dilakukan kembali mengalami kendala atas adanya wabah ini.

“Kegiatan ini sudah tiga bulan berjalan. Alasannya sederhana, saya terpanggil melihat kalangan remaja yang tidak memiliki kesibukan (menganggur,red). Makanya kami semua kembali mengoperasikan mesin yang sudah 8 tahun tidak digunakan ini,” ungkapnya ditemui saat mendampingi masyarakat mendaur sampah plastik, Sabtu (18/04/2020).

BACA JUGA :  Lapangan Vatulamo Dibuka, Dojang Taekwondo Palu Beradaptasi Normal Baru

Lelaki kelahiran 1986 itu mengaku, penyebaran corona yang begitu masif perlahan menyebabkan kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut mengalami dampak penurunan produksi. Pasalnya, jika tidak ada pandemi ia bersama warga dapat mendaur ulang berbagai jenis sampah plastik untuk kembali dijual.

Akibatnya, ia bersama warga di kelurahan itu hanya fokus untuk mendaur plastik dari tutup galon. Sebab, dari sekian jenis plastik yang dapat di daur, hanya palstik penutup galon yang memiliki nilai jual untuk di wilayah Palu.

“Gara-gara Corona ini, saya sampaikan ke mereka produksi yang bisa menghasilkan saja. Jadi sekarang mereka hanya fokus untuk mendaur plastik bekas penutup galon,”jelasnya.

BACA JUGA :  Polisi Gagalkan Penyelundupan 25 Kg Sabu Asal Malaysia dengan Hardtop di Pantoloan

Meski demikian, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini tetap optimis akan usahanya bersama warga. Diungkapkan juga, jika pandemi telah berlalu. Maka pasti akan banyak warga yang dapat diberdayakan.

“Sebenarnya, untuk market nya sudah jelas. Karena kita sudah punya beberapa link penjualan dari hasil daur sampah plastik ini. Tapi semuanya terhenti sejak ada wabah ini. Insya Allah, kalau sudah selesai pasti akan ada banyak warga yang kami bisa berdayakan,” tuturnya.

Sementara itu, Mohammad Ivin, koordinator daur ulang sampah plastik. Menjelaskan, mampu mendaur hingga satu ton sampah plastik menjadi cacahan untuk dijual kembali setiap minggunya.

Namun kegiatan produksi itu kini mulai dibatasi. Selain memilih produk plastik yang akan di daur, banyaknya industri pembuatan plastik yang tidak lagi beroperasi.

BACA JUGA :  BPOM di Palu Rencanakan Distribusi Hand Sanitizer ke Huntara

“Kalau cuman 200 sampai 300 kg plastik itu bisa kami daur dalam hitungan jam. Cuman di kondisi sekarang, kami memang membatasi. Selain bahan baku yang agak sulit, banyak juga industri di daerah Jawa yang tidak beroperasi,” katanya.

Impian untuk meningkatkan kesejahteraan, juga akan diwujudkan melalui pengembangan dari usah daur ulang sampah plastik itu. Dimana pihaknya, tengah mengumpulkan biaya pembelian alat produksi penutup galon.

“Kalau sudah normal semuanya, kita juga berencana untuk membuat sendiri penutup galon. Karena sekarang sebagai besar pengusaha isi ulang air minum membeli penutup galon di Makassar. Jadi hasil daur ulang ini selain dijual, akan kita coba untuk olah sendiri,” pungkas Andris.(abd/sob)

Laporan : Mohammad Sobirin

Silakan komentar Anda Disini....