Petugas Kesehatan RSU Anutapura Keluhkan Ketersediaan Masker

PALU, Kabar Selebes – Guna mengetahui alur dari pelayanan penanganan Covid-19, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu melalui Komisi A meninjau langsung ke Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura yang menjadi salah satu RS rujukan dalam penanganan wabah virus itu, selaku mitra kerja mereka.

Rombongan yang diterima di ruang kerja Dirut RS Anutapura, menerima banyak keluhan. Diantaranya adalah terkait ketersediaan masker bedah dan N95, yang saat ini pasokannya kian minim.

Para petugas medis itu mengaku, seharusnya ketersediaan masker bedah minimal 1.120 lembar per 5 pekan. Untuk masker N 95, selayaknya tersedia 309 lembar untuk tiap bulannya di ruang isolasi. Sementara ketersediaan stok yang mereka miliki saat ini hanya tersisa 140 lembar.

BACA JUGA :  Naik Lagi, Jumlah Positif Corona di Sulteng sudah 24 Orang

Permasalah lain yang ditemukan adalah menyangkut ketersediaan rapid test Covid-19, yang sebelumnya berjumlah 850 buah. Saat ini hanya berjumlah 240 buah, yang diakui mereka merupakan suplai dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dan bantuan para relawan.

“Sejauh ini kami lebih intens berkomunikasi dengan pihak Dinkes Provinsi. Contoh Alat Pelindung Diri (ADP) seperti baju Hazmat yang kami miliki, itu merupakan suplai dari provinsi,” ungkap salah satu petugas medis Selasa (22/4/2020).

BACA JUGA :  Polisi Gagalkan Penyelundupan 25 Kg Sabu Asal Malaysia dengan Hardtop di Pantoloan

Selain keluhan tersebut, pihak komisi juga menilai ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian pemerintah kota. Diantaranya menyangkut fasilitas pendukung untuk pasien dan perawat yang membantu percepatan proses pemulihan.

Mereka juga menegaskan, harus ada ruangan khusus bagi para perwat yang menangani Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif. Sebab, mereka perlu melakukan isolasi mandiri usai menangani pasien tersebut. Agar tidak berinteraksi dulu dengan keluarga mereka.

BACA JUGA :  Dirut RSUD Anutapura: Bantuan untuk Syahrir Pasien Covid-19 yang Kabur Telah Disalurkan

“Perlu ada ruangan khusus bagi para perawat yang menangani pasien itu. Dan tentunya harus ada apresiasi lebih dari pemerintah terhadap mereka,” kata Ketua Komisi A, Mutmainah Korona.

Dirinya juga, berharap temuan-temuan ini dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menangani kasus ini. Pasalnya, jika tetap diabaikan keluhan para tenaga medis ini dapat berdampak pada banyak hal.

“Semoga saja pemerintah khususnya dinas terkait dapat merespon apa yang menjadi temuan kami,”pungkasnya.(abd/sob)

Laporan : Mohammad Sobirin

Silakan komentar Anda Disini....