Disebut Positif Corona di Medsos, Pemilik Golden Bakery Palu Melapor ke Polisi

oleh -

PALU, Kabar Selebes – Pemilik Toko Roti Golden Bakery dibuat sibuk dengan informasi hoax yang menyebut dirinya positif covid-19. Informasi itu beredar luar di masyarakat melalui pesan singkat di grup-grup whatsapp.

Informasi itu sontak membuat toko roti terbesar di Palu itu terpengaruh secara ekonomi karena warga menjadi enggan untuk berbelanja.

Humas Golden Bakery Ochan Sangadji mengatakan, pihak toko merasa informasi hoax itu sangat merugikan Golden Bakery. Karena, hingga saat ini pemilik toko roti itu masih sehat dan tidak mengidap corona.

“Kami akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti agar oknum bisa segera ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Rencananya besok kami akan melaporkan kasus ini ke polisi untuk ditindaklanjuti,”tegasnya Jumat (24/4/2020).

Dia memastikan informasi itu hoax karena selama ini Golden Bakery memperketat penerapan SOP penanganan covid-19 di toko itu.

Pihak Golden Bakery kata Ochan, sangat ketat menerapkan protokol perang melawan covid-19, dan berupaya memutus rantai penyebarannya melalui teknologi, prosedur standard kesehatan, dan protap manajerial terukur dan terstruktur.

“Ternyata masih ada saja yang suka menyebar hoax. Beberapa hal yang telah dilakukan dan akan terus secara disiplin kami lakukan seperti penyemprotan disinfektan di lingkungan Golden secara berkala,”ujarnya.

Bahkan, untuk pengunjung outlet Golden wajib menggosok alas kaki anda di keset dengan cairan deskinfektan untuk memutus rantai peredaran melalui alas kaki. Dan harus mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun cair.

Setelah dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermo gun, jika melebihi suhu 38 derajat tidak diperbolehkan masuk dan akan dilayani secara khusus untuk kebutuhan belanjaan.

Wajib menggunakan masker ketika masuk dalam ruangan, jika tidak, anda tidak diperkenankan masuk, atau jika stok masker gratis masih akan diberikan kepada pengunjung.

“Ketika berada dalam ruangan kami telah menggunakan ozone ruangan untuk membunuh bakteri dan virus selama berada di dalam ruangan golden yang on selama 24 jam. Sementara keranjang yang digunakan memang benar-benar steril  dengan di ozonenisasi dalam wadah khusus sebelum kami edarkan,” jelas Ochan.

Di setiap tempat ruangan juga disapkan hand sanitizer untuk digunakan secara gratis agar tangan pengunjung tetap higienis. Serta wajib menjaga jarak saat antrian untuk menghindari kontak atau bersentuhan.

Para  pegawai golden diwajibkan menggunakan plastik pelindung wajah, dan masker saat melayani, termasuk sarung tangan ketika menyentuh roti. Di kasir juga dilakukan pembatasan akses dengan plastik pemisah antara kasir dan pelanggan.

“Uang yang kami terima akan disorot dengan sinar ultraviolet dalam waktu tertentu lalu dimasukkan dalam kotak ozonisasi untuk membunuh bakteri dan virusnya.Meja dan rak akan terus dibersihkan secara berkala,” jelasnya.

Bahkan, untuk melayani warga yang tidak keluar rumah, pihak Golden Bakery melayaninya  melalui  WA: 081219405628 dengan discount 10 % untuk pembelian minimal Rp. 50.000;- atas produk roti dan cake.

“Untuk menghindari peak season /antrian padat di sore dan malam hari selama bulan puasa, kami discount 10% dari jam 9 pagi s/d jam 12 siang untuk pembelian minimal Rp. 50.000,- atas produk roti dan cake,” tandas Ochan.(abd/rkb)

Laporan:Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 3.714 times, 3 visits today)