Waspadai Potensi Hujan Lebat di Sulawesi Tengah Hingga 2 Mei Mendatang

  • Bagikan
Ilustrasi: Banjir akibat tumpukan kayu menghambat aliran sungai di Perbatasan Dusun Palasari (Desa Balinggi)- Dusun Penebel (Desa Tolai) Pada Senin (30/03/2020).(Foto: Adi Pranata)

PALU, Kabar Selebes – Beberapa wilayah di Indonesia termasuk daerah Sulawesi Tengah saat ini tengah dilanda cuaca ekstrim akibat musim pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau.

Rilis peringatan dini cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, sebagian besar kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang lebat hingga lebat disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

Tertanggal 30 April 2020 rilis BMKG menyebut kabupaten dan kota yang berpotensi berturut-turut mulai tanggal 30 April – 02 Mei 2020 berpotensi hujan ialah Kota Palu, Poso, Touna, Parigi Moutong, dan Donggala.

Hujan beberapa wilayah di Indonesia terjadi sebab kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil di wilayah Indonesia. Hal ini menimbulkan dapat terjadinya hujan beberapa hari ke depan.

“Kondisi tersebut dipicu oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan sirkulasi siklonik di sekitar Laut Jawa bagian barat serta di perairan utara Maluku dan Papua Barat yang membentuk daerah belokan dan pertemuan angina,” tulis BMKG dalam rilis tertanggal 27 April 2020.

Sampai hari Kamis (30/04/2020) hujan beberapa hari belakangan telah mengakibatkan banjir akibat meluapnya air sungai di beberapa wilayah daerah Sulawesi Tengah, seperti Kabupaten Sigi dan Poso.

Akibat adanya hujan dari malam hingga pagi hari pada Kamis (30/04/2020) Banjir dari luapan sungai merendam beberapa wilayah di Poso. Berdasar laporan, banjir setidaknya  merendam beberapa rumah warga di beberapa RT dan RW di Kelurahan Sayo, Kecamatan Poso Kota Selatan.

Sementara di daerah Sigi, seorang warga berinisial H dilaporkan terseret arus sungai pada Minggu (26/4/2020) akibat hujan yang mengakibatkan debit air meningkat. Selain itu, sejumlah perumahan Kecamatan Kulawi, hanyut diterjang banjir pada Senin (6/4/2020). Akibatnya, 43 jiwa dikabarkan terdampak dan harus mengungsi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem, yang dapat menimbulkan banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (*/ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan