Sembilan Warga Palu Barat Dijemput Petugas Medis Setelah Kontak dengan Pasien Positif Corona

Petugas Dinas Kesehatan menjemput warga yang terpapar covid-19 di Palu.(Foto:FB)

PALU, Kabar Selebes – Tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Palu menjemput sembilan warga yang tinggal di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah Jumat (1/5/2020). Sembilan warga itu dijemput dengan menggunakan ambulans lantaran pernah kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Husaema Abdul Rahman yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. Menurut Husaema, sembilan warga itu dijemput dalam status orang tanpa gejala.

“Iya ada sembilan orang semuanya dijemput, statusnya OTG (orang tanpa gejala),” kata dr Husaema seperti dikabarkan SultengTerkini.Com Jumat.

BACA JUGA :  Ansor Sulteng Minta IMIP Hentikan Aktifitas Bandaranya

Dia mengatakan, sembilan orang yang dijemput tim medis itu masing-masing enam orang di Jalan Pangeran Diponegoro dan tiga lagi di Jalan Manggis.

Menurutnya, mereka dijemput tim medis untuk selanjutnya dirawat di Pondok Perawatan Asrama Haji Palu.

“Selama ini kan mereka isolasi mandiri di rumah, tetapi itu berbahaya bisa menularkan ke orang, apalagi warga sekitar sudah resah, sehingga perlu dibawa dan dirawat di pondok perawatan,” katanya.

Enam warga yang dijemput di Jalan Pangeran Diponegoro itu merupakan satu keluarga yakni suami, istri dan empat orang anak.

Sementara tiga di Jalan Manggis adalah seorang wanita dan dua anaknya.

BACA JUGA :  Mayoritas Pasien Positif Corona di Sulteng Punya Riwayat Perjalanan dari Daerah Pandemik

Meski belum ada gejala, namun kata dr Husaema, kesembilan OTG itu sebelumnya memiliki riwayat pernah kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Corona.

Dia menjelaskan, enam OTG di Jalan Pangeran Diponegoro pernah kontak dengan salah satu jemaat gereja yang terkonfirmasi positif dan kini masih dirawat di RSU Madani Palu.

Sementara tiga OTG di Jalan Manggis juga pernah kontak dengan terpapar Covid-19 yang tidak lain merupakan suami atau ayah dari ketiganya dan kini dirawat di RSUD Undata Palu.

BACA JUGA :  Persiapan New Normal, Pemkot Palu Pasang 11 Bilik Disinfektan di Dua Pasar

Kesembilan OTG itu akan menjalani masa karantina di pondok perawatan asrama haji Palu selama 14 hari.

Jika dua kali rapid test selama 14 hari hasilnya negatif, maka sembilan OTG itu diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.

“Tetapi sebaliknya, jika dalam masa 14 hari itu hasil rapid testnya positif, maka mereka kembali akan menjalani karantina di pondok perawatan selama 14 hari,” katanya.

Penjemputan sembilan OTG itu dipimpin Kadis Kesehatan Kota Palu yang didampingi Camat Palu Barat, kapolsek dan danramil setempat. (stc/abd)

Sumber : SultengTerkini.com

Silakan komentar Anda Disini....