Akibat Corona, Jasa Angkutan Darat Sepi Penumpang Meski Jelang Idul Fitri

oleh -
Salah satu agen angkutan darat di Palu.(Foto: Ifal)

PALU, Kabar Selebes – Dampak Covid-19 atau virus corina membuat sepinya pemudik antar provinsi saat memasuki lebaran 1441 hijriyah. Hal itu tentu berpengaruh pada pendapatan sebagian perusahaan oto bus seperti PO.

Salah satu yang mengaku terpengaruh  adalah jasa angkutan darat PO New Liman tujuan Palu-Makassar. Jasa angkutan darat terbesar di Sulawesi ini mengaku mengalami penurunan omset yang cukup drastis.

Kepala Agen PO Angkutan New Liman Palu, Marwati mengaku, penurunan itu terjadi karena dampak dari wabah Covid-19 dan pembatasan aktivitas di wilayah Sulawesi Selatan.

“Turun sekali dan bahkan presentasinya bisa sampai 100 persen di beberapa bulan terakhir ini. Ditambah lagi tidak ada masyarakat yang mudik,” ujarnya Selasa (12/5/2020) saat dikonfirmasi.

Dirinya juga menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19 penumpang rata-rata hampir mencapai 100 persen yang membeli tiket. Apalagi,  menjelang hari raya idul fitri melebihi dari itu.

“Akan tetapi sekarang sudah sepi penumpang, biasa nanti dua hari baru berangkat karena menunggu paket barang atau logistik yang mau dikirim,” ungkapnya.

Terkait dengan pemutusan kerja atau PHK kepada karyawan dan sopir. Ia mengatakan pihak PO New Liman tidak melakukan hal tersebut. Ia mengungkapkan pendapatan penjualan tiket untuk saat ini paling tinggi sekitar Rp1,5 juta dalam sekali pemberangkatan.

“Sementara waktu belum ada Corona pendapatan harian bisa Rp 8 juta karena ada 10 bus yang dioperasikan. Tapi saat ini hanya tinggal 4 bus saja yang bisa digunakan,” ucapnya.

Sedangkan, kapasitas tempat duduk bagi penumpang dalam satu bus ada 32 hingga 35 kursi. Ia menambahkan pendapatan juga sebagian diraup dari hasil pengiriman logistik.

“Kalau biaya kirim dari Palu kami dapat hampir Rp 2 jutaan. Dari Makassar paling banyak mengirim biasa hampir Rp 8 jutaan,” jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan salah satu Sopir PO New Liman, Herman. Dirinya mengaku sejak mewabahnya virus Corona pendapatan semakin hari berkurang. Menurutnya, terkadang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia lebih memilih untuk berhutang.

“Untuk sementara saya tidak mau beralih profesi, karena siapa yang mau menerima kami. Apalagi, keahlian kami hanya sopir bus,” ungkapnya.

Sedangkan, gaji yang diterimanya saat ini hanya sekitar Rp1 juta. Herman, hanya mengharapkan sedikit penghasilan dari mengemudikan bus, itupun masuk hitungan pulang pergi (PP).

“Enam persen kami terima dalam satu kali pemberangkatan. Mau di apa semua pasti alami hal seperti ini,  ekonomi semakin terpuruk kita hanya bisa berdoa semoga pandemi ini segera berlalu. Kurang lebih sudah hampir delapan tahun saya bekerja di sini,” pungkasnya.(abd/rkb)

Laporan:Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 122 times, 1 visits today)