DPRD Sulteng Dukung Usulan Penghentian Operasi Tinombala Usai Tiga Warga Sipil Menjadi Korban

  • Bagikan
Wakil Ketua DPRD Sulteng M Arus menerima perwakilan DPRD Poso.(Foto: Sobirin)

PALU, Kabar Selebes – Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Poso meminta agar operasi Tinombala untuk mengejar kelompok radikal di wilayah itu dihentikan. Usulan itu disampaikan para wakil rakyat dari Poso saat melakukan  konsultasi dan Koordinasi ke DPRD Sulteng, pada Rabu, (10/06/2020).

Para wakil rakyat dari Poso mengaku sangat membutuhkan dukungan DPRD Sulteng. Sebab sejak beberapa bulan terakhir, sudah ada tiga warga sipil yang menjadi korban salah tembak. Selain itu, proses pengungkapan kasus ini juga dinilai terkesan lamban. Meski sebelumnya mereka telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kapolres Poso.

“Terus terang  kami yang mengikuti kejadian demi kejadian, hingga tiga warga kami menjadi korban itu sangat memilukan. Kami berharap mendapatkan dukungan untuk membantu proses pengungkapan kasus ini dan operasi Tinombala dihentikan,” Kata  Wakil Ketua DPRD Poso, Romy D Alim, Rabu (10/06/2020).

Mereka juga turut menceritakan kejadian demi kejadian yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Menanggapi sejumlah  peristiwa yang  disampaikan oleh para wakil rakyat dari daerah penghasil eboni tersebut, anggota DPRD Sulteng Wiwik Jumatul Rofiah dan Yus Mangun mengaku siap memberikan dukunganya pada DPRD Poso yang meminta agar operasi Tinombala segera di hentikan.

Sementara, Zainal Abidin Ishak mengatakan, perlu ditelusuri siapa yang harus bertanggungjawab atas meninggalnya tiga warga Poso, apakah Satgas Tinombala  atau pihak aparat di tingkat polsek. 

”Ini yang perlu  kita dalami dalam waktu  singkat ini. Jangan kita lama-lamakan,” kata politisi Golkar ini.

Wakil Ketua DPRD Sulteng  M Arus  menyatakan akan melakukan RDP dengan Polda dan akan  mengundang pihak pihak terkait, termasuk Polres Poso dan satgas Tinombala dalam waktu dekat.(abd/sob)

Laporan : Mohammad Sobirin

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan