Tutup
Nasional

Jokowi: Adaptasi Bukan Berarti Kita Kalah dari Covid-19

×

Jokowi: Adaptasi Bukan Berarti Kita Kalah dari Covid-19

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo (kanan) mengambil cairan pembersih tangan disaksikan Mensesneg Pratikno saat meninjau kesiapan penerapan prosedur normal baru di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Jokowi berharap, saat masjid-masjid di wilayah DKI Jakarta mulai dibuka untuk shalat berjemaah, maka aktivitas serupa juga bisa dilakukan di Masjid Baiturrahim. (ANTARA FOTO/POOL/SIGID KURNIAWAN)

JAKARTA, Kabar Selebes  – Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat beradaptasi dengan kebiasaan baru untuk menghadapi pandemi virus corona Covid-19.

Jokowi menegaskan bahwa adaptasi bukan berarti menyerah dengan keadaan.

Advertisment
Scroll hingga akhir

Justru dengan beradaptasi, maka masyarakat bisa beraktivitas produktif, namun tetap aman dari Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

 “Adaptasi itu bukan berarti kita menyerah apalagi kalah, enggak,” ujar Jokowi dalam video conference dari Graha BNPB, Jakarta, Rabu (10/6/2020).

“Tapi kita harus memulai kebiasaan-kebiasaan baru sesuai protokol kesehatan sehinga masyarakat produktif tapi aman dari Covid,” kata Jokowi.

Jokowi menyebutkan, adaptasi ini harus dilakukan sambil menunggu vaksin virus corona ditemukan dan diproduksi secara massal.

Namun, sampai sekarang juga belum ada yang mengetahui kapan vaksin bisa siap digunakan.

Oleh karena itu, sambil menunggu vaksin, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan dengan sabun.

“Saya ingatkan kepada kita semua, situasi seperti ini akan kita hadapi terus sampai vaksin kita temukan dan bisa kita pergunakan secara efektif karena vaksin ketemu harus uji klinis, uji lapangan yang membutuhkan waktu,” kata Jokowi.

Namun, Jokowi juga mengingatkan bahwa daerah harus memastikan sudah siap jika akan menerapkan fase new normal atau kenormalan baru. Ia mewanti-wanti jangan sampai justru terjadi gelombang kedua penularan Covid-19.

Adapun pada Selasa (9/6/2020) kemarin, pemerintah melaporkan ada penambahan 1043 kasus Covid-19, tertinggi sejak 2 Maret.

Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 33,076. Dari jumlah itu, 11.414 dinyatakan sembuh dan 1923 meninggal dunia.

Sumber : KOMPAS.com

Silakan komentar Anda Disini….