Pemkot Tak Bisa Tanggulangi Rapid Test Bagi Warga Luar Kota Palu

  • Bagikan
Pendataan pelaku perjalanan Palu.(Foto:FB)

PALU, Kabar Selebes – Para Pelaku Perjalanan yang masuk wilayah kota Palu tetap harus membawa hasil rapid test yang menyatakan non-reaktif dari daerah asal keberangkatannya.

Ini dilakukan karena tercatat sekitar ribuan orang tiap hari masuk ke wilayah kota Palu dari enam pintu masuk kota Palu.

Wali kota Palu, Drs. Hidayat, M,Si Menyatakan, rapid test yang disiapkan Pemerintah kota Palu saat ini 6.700, sebagian sudah terpakai dan sekarang tinggal 3.946 rapid test.

Dari sisa rapid test tersebut Hidayat menyatakan pemkot kewalahan jika tiap orang pintu perbatasan. Pasalnya kata dia, pemkot telah mencatat 22.952 Pelaku perjalanan. Hal ini tidak sebanding dengan jumlah alat kit yang disediakan

“Kalau mau dites yang masuk ribuan, yang mau keluar juga ribuan? Nah siapa yang mau membeli rapid tes ini? Coba dihitunglah kalau tidak mau Bangkrut kita,” ujar Walikota saat memimpin rapat Evaluasi penanganan Covid-19 di ruang Rapat Bantaya Kota Palu Rabu (10/06/2020).

Ia menyatakan harga rapid tes tidaklah murah, hal ini ditambah dengan dana oleh pemerintah pusat telah ditarik sebagian untuk penanganan covid-19. Ia juga menyatakan dana alokasi APBD dipotong 50% untuk menanggulangi Covid-19.

“Hampir 90% dana dari pusat ditarik kembali, sisanya hanya dana pendidikan dan kesehatan, nah dana dari mana kita mau tanggulangi ini? belum lagi mau test PCR,” ungkapnya.

Hal ini kata dia bisa menyebabkan pemerintah bangkrut jika semua harus ditanggulangi. ia menekankan Surat keterangan bebas corona bagi pelaku perjalanan merupakan keputusan dari gugus tugas nasional penanganan covid-19, pemerintah kota hanya meneruskan edaran tersebut.

Sebelumnya, Hidayat menyatakan kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah kota Palu semata-mata untuk melindungi keselamatan seluruh masyarakat kota Palu.

Karena fakta di lapangan, katanya didapatkan yang dirawat di Pondok Perawatan OTG dan ODP Asrama Haji yang reaktif hasil rapid testnya ada 34 orang ditambah dua orang di RSUD Anutapura, dan lima orang belum bisa tertampung.

“Sehingga dengan segala hormat dan segala ketulusan, mohon seluruh masyarakat yang mau masuk wilayah kota Palu harus menggunakan hasil rapid test dari daerah asal. Kalau tidak menggunakan itu, mohon maaf jangan lagi masuk wilayah kota Palu,” tegasnya.

Wali kota berharap dalam menghadapi gelombang kedua Covid-19 ini masyarakat dan Pemerintah kota Palu bersama-sama mengatasi penyebaran Covid-19.

“Jangan kita saling menyalahkan, memfitnah, dan menghujat. Kita harus bersama-sama menyatukan hati dan kebijakan kita,” lanjut Wali kota.

Ancaman-ancaman dari daerah terpapar Covid-19, katanya harus diwaspadai, tetap menggunakan masker dan mengikuti semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Takut dan khawatir adalah manusiawi, tetapi kekhawatiran yang sangat berlebihan itu sangat beresiko terhadap daya tahan tubuh kita,” tandasnya.(abd/ap/put)

Laporan : Putra Yosvidar/Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan