Terkait Salah Tembak Warga di Poso, 41 Anggota Satgas Tinombala Diperiksa Mabes Polri

  • Bagikan
Polisi melakukan olah TKP usai penembakan di Desa Tobe Poso Pesisir Utara

PALU, Kabar Selebes – Pihak kepolisian menyeriusi investigasi dugaan salah tembak terhadap warga Kabupaten Poso beberapa waktu lalu. Saat ini, puluhan anggota Satgas Tinombala diperiksa terkait kasus dugaan salah tembak yang menewaskan Qidam Alfariski Mofance (20) dan dua petani di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

“Sampai saat ini sudah 41 orang anggota (Satgas Tinombala) yang diperiksa terkait kasus Qidam dan dua petani di Poso,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto, Rabu (10/6/2020) seperti kabarkan SultengTerkini.com.

Didik mengatakan, 41 orang anggota Satgas Tinombala yang diperiksa itu terdiri dari 29 orang dalam kasus Qidam.

Sementara kasus penembakan dua petani di Poso, anggota Satgas Tinombala yang diperiksa sebanyak 12 orang.

Puluhan anggota Satgas Tinombala yang diperiksa terkait dua kasus itu dilakukan oleh tim investigasi Mabes Polri dipimpin Brigjen Polisi Verdianto Iskandar Bitticaca selaku Komandan Pasukan Gegana Korps Brimob Polri dan Karo Provost Divisi Propam Brigjen Polisi Ramdani Hidayat.

Sementara Polda Sulteng juga membentuk tim investigasi yang dipimpin Irwasda Kombes Polisi Ai Afriandi.

Didik mengatakan, tim investigasi Mabes Polri dan Polda Sulteng bersama Komnas HAM telah turun ke lokasi kejadian melakukan penyelidikan.

“Sudah turun ke lokasi kejadian, kita masih menunggu hasilnya,” kata Didik.

Tak hanya puluhan polisi, pihak keluarga Qidam dan dua petani di Poso juga ikut dimintai keterangan oleh tim investigasi tersebut.

Dia menyebutkan, pihak keluarga Qidam yang akan diperiksa sebanyak tiga orang, sementara dari keluarga dua petani di Poso ada enam orang.

“Untuk tiga orang dari pihak keluarga Qidam belum datang, kita masih menunggu,” katanya.

Saat ini puluhan anggota Satgas Tinombala yang diperiksa masih berstatus sebagai saksi.

“Masih dalam proses penyelidikan, kita tunggu saja perkembangannya,” tegas Didik Supranoto.

Untuk diketahui, korban Qidam ditemukan tewas di belakang Mapolsek Poso Pesisir Utara dengan luka tembakan pada Kamis (9/4/2020).

Sementara dua korban petani Poso asal Dusun Sipatuo, Desa Kilo yakni Syarifudin (25) dan Firman (17) juga ditemukan tewas dengan luka tembakan saat tengah memanen kopi di kebunnya pada Selasa (2/6/2020). (abd/stc)

Sumber :  SultengTerkini.com

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan