Lapangan Vatulamo Dibuka, Dojang Taekwondo Palu Beradaptasi Normal Baru

oleh -
Salah seorang anggota Taekwondo Family Palu berlatih teknik tendangan (Chagi) menggunakan alat peraga di Lapangan Vatulemo Palu Selasa (16 Juni 2020). Pemberlakuan New Normal, teknik berlatih menggunakan alat peraga ini, dirubah menjadi bergiliran untuk mencegah virus corona.

PALU, Kabar Selebes – “Yang pegang target jangan lupa semprot dulu tangannya,” kata Ikbal  (31) kepada para muridnya yang bersiap berlatih Taekwondo  menggunakan alat peraga di Lapangan Vatulemo Palu Selasa (16/06/2020). Mendengar instruksi, dengan sigap seorang anggota mengeluarkan hand sanitizer yang hendak disemprotkan kepada tangan salah seorang pemegang alat peraga.

Salah seorang anggota Taekwondo Family Palu berlatih teknik tendangan (Chagi) menggunakan alat peraga di Lapangan Vatulemo Palu Selasa (16 Juni 2020). Pemberlakuan New Normal, teknik berlatih menggunakan alat peraga ini, dirubah menjadi bergiliran untuk mencegah virus corona.

Pemberlakuan New Normal oleh pemerintah Kota, lapangan Vatulemo Palu, Selasa Sore nampak ramai oleh masyarakat yang hendak berolahraga. Demikian juga perkumpulan Taekwondo Family (T-Fly) Palu. Puluhan calon atlit dari usia anak-anak, remaja, hingga dewasa dengan dibalut baju putih berikat pinggang berbagai macam warna, nampak antusias berlatih tak lupa berjaga jarak serta menggunakan masker.

Ikbal yang merupakan salah satu pelatih utama  sekaligus pembina di Taekwondo Family Palu mengaku selama berlatih, segala protokol kesehatan harus diterapkan ditengah ancaman virus corona.

“Metode berlatih akhirnya dirubah salah satunya menendang alat peraga. Jika sebelumnya para murid berhadapan kini berurut secara bergilir memukul alat beraga,” kata Ikbal Kepada KabarSelebes.ID.

T-Fly sebagai salah satu perkumpulan taekwondo yang banyak melahirkan atlit penyumbang medali di ajang bergengsi, memiliki banyak tempat latihan atau disebut dengan ‘Dojang’. Ikbal mengatakan, setelah adanya virus corona, hanya ada beberapa ‘dojang’ yang kembali berlatih, salah satunya Dojang Tanamodindi yang ia sematkan untuk tempat berlatih di Lapangan Vatulemo Palu.

“Dojang yang sudah dibuka pelatihan diantaranya ialah di Alkhairat dan juga di Palupi. Sementara yang tidak aktif Misalnya di LPMP Sulteng dan juga di sekolah karena libur,” kata Ikbal menambahkan.

Ikbal mengatakan, berlatih di era New Normal mulai mulai aktif kembali tanggal 9 Juni setelah fakum mulai tanggal 16 Maret 2020 karena adanya virus corona.

Kembali berlatih lanjutnya, atas desakan dari orang tua peserta karena anak-anak mereka tak memiliki kegiatan selama di rumah. “Tapi ada juga beberapa orang tua yang tidak mengizinkan anaknya berlatih karena alasan masih masa pandemic,” kata Ikbal.

Selain itu karena masih merebaknya wabah corona, jadwal berlatih Dojang Tanamodindi akhirnya disesuaikan dengan keadaan. Kata Ikbal, dalam seminggu hanya ada dua kali latihan yakni pada hari Selasa dan juga Rabu. Tak hanya jadwal, peserta kata Ikbal hanya sedikit yang hadir sebab adanya virus corona.

“Kalau dihitung, yang sekarang berlatih belum ada setengahnya, sebelumnya ramai dan tidak diatur jarak seperti ini,” ungkapnya.

Dojang Tanamodindi sebelumnya berlatih di SDN 2 Tanamodindi dan Juga SMP 23 Palu. Karena jumlah anggota semakin berkurang, Ikbal menginisiasi tempat berlatih dialihkan ke Lapangan Vatulemo di awal tahun 2019.

“Eh pas kita pindah latihan disini akhirnya banyak yang ikut,” ujarnya.

Karena adanya virus corona segala aktivitas T-fly menjadi terhambat. Kata Ikbal selain berlatih juga persiapan PON menjadi terhambat. Pekan olaharaga nasional yang terencana dilaksanakan di Papua pada Oktober 2020 akhirnya diundur oleh Presiden RI Joko Widodo secara resmi menjadi Oktober 2021.

Meski demikian Ikbal mengatakan, salah satu atlit jebolan Taekwondo Family yang meraih mendali perunggu pada ajang Sea Games 2019, tetap giat berlatih untuk mewakili Sulawesi Tengah di ajang PON tahun depan. (abd/ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 60 times, 1 visits today)