Hunian Tetap Tak Kunjung Usai, Ratusan Penyintas Petobo Sambangi Kantor DPRD Sulteng

oleh -
Penyintas Kelurahan Petobo pada saat melakukan aksi, menuntut kejelas Hunian Tetap di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah pada Kamis (26/06/2020).(Foto: Adi Pranata/kabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Ratusan penyintas korban bencana likuefaksi Kelurahan Petobo pada Kamis (25/06/2020) menyambangi kantor DPRD Sulawesi Tengah menuntut kejelasan hunian tetap (huntap) yang menjadi hak mereka pasca 2 tahun tinggal di hunian sementara (huntara).

Dalam orasinya penyintas menuntut agar huntap segera dibangun di wilayah mereka yakni wilayah huntap satelit di daerah Petobo.

“Kami sebenarnya ke mari te ada minta lain selain huntap untuk segera didirikan,” ungkap Luken, salah satu masa aksi.

Penyintas Kelurahan Petobo pada saat melakukan aksi, menuntut kejelas Hunian Tetap di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah pada Kamis (26/06/2020).(Foto: Adi Pranata/kabarSelebes.ID)

Ia menyayangkan masalah huntap yang hingga saat ini belum menemui titik terang dari pemerintah.

Selain itu ia mewakili masyarakat penyintas Petobo menyatakan, hunian tetap yang dibangun, haruslah di lahan mereka yang berlokasi di  Kelurahan Petobo.

“Ya itu ketetapan kami, makanya kami datang hari ini, kalaupun ada rencana dipindahkan ke Tondo kami tidak mau akan kesana,” lanjut Luken.

Yahdi Basma selaku anggota DPRD Sulawesi Tengah yang juga anggota pansus Rehab Rekon pasca bencana 28 september kepada masa aksi menyatakan, segera akan menyelesaikan masalah seperti dana jadup yang belum terealisasi dan juga huntap yang belum didirikan.

“Saya kira kita akan dorong lebih optimal melalui Pansus rehab rekon yang ada, agar pemerintah provinsi dan juga pemerintah Kota mau melaksanakan tugasnya sebagai eksekutif,” katanya.

Aksi yang berlangsung hampir satu jam tersebut diakhiri dengan penerimaan surat hearing dari masa kepada anggota dewan. Demikian pihak DPRD berjanji akan segera mendiskusikan melalui rapat internal dengan mengundang berbagai pihak.

Sementara itu Ibu Ista yang juga korban bencana likuifaksi di Petobo pada saat aksi menuntut permaslahan rehab rekon pasca bencana untuk segera diproses. Ia mengancam akan datang ke Kantor gubernur langsung pada hari senin apabila permintaan tidak ditanggapi.

“Kalau sampai hari senin tidak dihearing, ya kita langsung menginap disini (depan kantor DPRD-Red)” kata dia. (abd/ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....